Operasi pencarian korban tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dihentikan pada Sabtu (18/3/2023), empat warga belum ditemukan.
Operasi pencarian korban tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dihentikan, Sabtu (18/3/2023). Hingga 3 hari perpanjangan kedua,
Sebanyak 50 orang korban meninggal dalam bencana longsor di Pulau Serasan, berhasil ditemukan. Empat korban hilang masih dilakukan pencarian oleh Tim Basarnas.
Perpanjangan masa pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau membuahkan hasil pada Senin (13/3/2023).
BNPB menyebutkan bahwa korban jiwa akibat bencana longsor di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tertimbun saat melakukan kerja bakti membersihkan lumpur.
Tim SAR gabungan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna kembali menemukan dua jenazah korban longsor, Minggu (12/3/2023) pagi.
Upaya Pencarian Tim SAR gabungan terhadap korban Longsor di Serasan hingga dengan hari kemarin bertambah sebanyak 7 korban, pada Sabtu (11/3/2023) kemarin. Tuju
Hari ke-6 upaya pencarian terhadap korban bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, kembali membuahkan hasil. Sebanyak 7 jenazah ditemukan.
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.