KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen pernah menjadi pengasuh tertinggi Pondok Pesantren Al-Anwar. Bahkan, Mbah Moen menjadi guru kesayangan Gus Baha. Begini kisahnya saat wafat
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, menjelaskan kedudukan seorang Muslim yang tidak shalat namun sering shalawatan. Bagaimana statusnya dalam Islam?
Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan bahwa ada satu amanah dari KH Maimoen Zubair yang harus dijaga. Bahkan kata UAH amanah ini bisa langsung membuat Gus Baha, murid kesayangan Mbah Moen itu langsung terbang meski aslinya jarang keluar negeri.
Almarhum KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen pernah membagikan kisah ketika baru lahir di dunia, belum ala setelah ibu minum ramuan dari tiga kiai pendiri NU.
Dalam salah satu kajiannya, Almarhum KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) mengingatkan untuk tidak memaksakan puasa karena tirakat terbaik seorang Muslim adalah ini.
Almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen memberikan pesan cinta ke seluruh Muslim bahwa jika meminta kepada Allah SWT jangan banyak-banyak tapi cukup empat ini.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha memberikan jawaban yang menuai pujian hingga akhirnya viral saat dimintai tanggapan terkait kasus Gus Miftah.
Murid kesayangan Mbah Moen, Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dimintai tanggapan terkait Gus Miftah. Kemudian viral dawuh Gus Baha terkait tatanan sosial.
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam sebuah video diberikan pertanyaan terkait video viral yang diduga berhubungan dengan Gus Miftah. Ini jawaban dari murid kesayangan Mbah Moen itu.
Almarhum KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen pernah membagikan tirakat terbaik. Kata Mbah Moen percuma rajin tahajud, puasa atau baca Al-Qur'an kalau tidak ini.
SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.