Prada Lucky Namo (23), anggota Prajurit TNI AD yang diduga dianiaya senior punya kisah perjalanan panjang mewujudkan impiannya. Ini diungkap langsung oleh ibunda kandung, Sepriana Paulina Mirpey.
Seorang prajurit TNI AD Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Prada Lucky Chepril Saputra Namo meninggal dengan tubuh penuh luka lebam
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto meminta proses investigasi kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo dilakukan secara transparan.
Jasas Prada Lucky Chepeil Saputra Namo prajurit TNI AD Batalyon Terirorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere Nagekeo NTT gagal dilakukan autopsi gara-gara..
Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI AD Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal tak wajar diduga dianiaya oleh...
Menhan Sjafrie meninjau langsung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ratusan siswa Diklatsarmil SPPI yang akan menjadi kader penggerak pembangunan nasional.
TNI AD bantu pemakaman korban ledakan amunisi di Garut yang menewaskan 13 orang, termasuk 4 prajurit. Proses investigasi dan penyisiran dilanjutkan hari ini.
Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembunuhan Praka Supriyadi di Kota Bekasi yang merupakan prajurit TNI AD sekaligus murid dari Habib Bahar bin Smith.
Firasat Habib Bahar bin Smith terkait muridnya yang juga prajurit TNI AD yakni Praka Supriyadi tewas bukan karena kecelakaan melainkan jadi korban pembunuhan perlahan terungkap.
Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?