Setiap Muslim tentu ingin pergi haji namun antrean di Indonesia sekitar 19-39 tahun. Hal ini karena jumlah umat Muslim yang banyak di Indonesia. Namun kabar baiknya, ada satu amalan yang senilai ibadah haji dan umrah, sebagaimana penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu ceramahnya.
Meskipun berbeda dari segi waktu dan pelaksanaan, ternyata shalat dhuha dan haji serta umrah memiliki hubungan. Sebab, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyarankan mengatakan bahwa salah satu keutamaan dari tiga waktu dhuha adalah pahala senilai haji dan umrah.
Ustaz Adi Hidayat (UAH) berikan kabar baik kepada yang belum pernah ke Tanah Suci. Dimana ternyata salah satu keutamaannya senilai pahala haji dan umrah.
Ustaz Adi Hidayat (UAH) memberikan kabar baik dimana waktu shalat dhuha terbagi tiga dan jika dilakukan di awal waktu maka akan senilai pahala haji dan umrah.
Ustaz Adi Hidayat menyarankan, setelah shalat subuh, jangan langsung beranjak. Sebaiknya zikir lalu shalat dhuha saat syuruq, itu senilai ibadah haji dan umrah
Ustaz Khalid Basalamah mengungkap pelaksanaan shalat qabliyah subuh saat waktu syuruq berakhir pernah dilakukan Rasulullah SAW. Penyebabnya karena utamakan ini.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan terkait banyaknya pertanyaan batas akhir shalat Subuh harus melihat waktu Maghrib tiba. Lantas, apakah benar? Mari simak di sini.
Melaksanakan ibadah haji adalah impian semua muslim di dunia. Hal ini karena haji merupakan rukun islam kelima yang wajib ditunaikan oleh siapa saja yang mampu.
Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Pengamat Belanda menyebut para pemain diaspora Timnas Indonesia yang langsung menerima paspor WNI, tanpa pertimbangan matang sebagai tindakan yang "bodoh".