Arziki bin Erwinsyah (10), bocah laki-laki yang tenggelam di Sungai Musi, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan pada Sabt
Kondisi air Sungai Musi saat ini cukup deras, sehingga Tim gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian, dan hingga hari ini, Rabu (22/11/2023) korban belum juga ditemukan.
Mayat ini diduga merupakan pelajar SD bernama Alfaris (10) anak pasangan Ibrahim dan Titik Susanti, warga Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, yang hilang tenggelam di Sungai Musi pada dua pekan lalu.
Seorang nelayan bernama Yanto (48) warga Desa Ringin Agung, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, diduga tenggelam dan hilang saat tengah memancing ikan di perairan Sungai Sembilang.
Pelajar Kelas Empat Sekolah Dasar (SD) bernama Alfariz (10) Bin Ibrahim, warga Desa Sukarame, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, hilang tenggel
Pelajar kelas 2 SMP, Safira (12) tewas tenggelam di Sungai Musi, Sumatra Selatan saat mandi. Warga berusaha menyelamatkannya namun jasadnya ditemukan lemas.
Seorang anak laki-laki berinisial A (6) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Musi, OKU Timur, Sumatera Selatan ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR, Jumat (11/8/2023).
Warga Desa Lumpatan Dua, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat seorang yang mengapung dan dalam kondisi
Tim SAR gabungan Kota Palembang, Sumatera Selatan menemukan jasad seorang remaja yang tenggelam selama dua hari di perairan Sungai Musi, Sabtu (18/6/2022)
Seorang balita berusia dua tahun, warga Desa Sereka, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin hilang tenggelam dan terseret arus sungai Musi pada Minggu (8/5/2022)
Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.