Satgas Covid-19 melaporkan sebanyak 61.135.788 jiwa telah divaksinasi dosis ketiga atau mengalami penambahan harian sebanyak 959 jiwa pada Rabu (7/9/2022) hingga pukul 18.00 WIB.
Satgas Covid-19 melaporkan sebanyak 48.844.513 jiwa telah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau mengalami penambahan harian sebanyak 151.364 jiwa pada Sabtu.
Mengutip website covid19.go.id, Satgas Covid-19 menjelaskan bahwa militer AS tidak pernah menguji dan menemukan vaksin Moderna yang terkontaminasi pestisida
Penduduk Indonesia yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis penguat mencapai 44,9 juta orang menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Kamis pukul 12.00 WIB.
Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melaporkan jumlah warga negara Indonesia yang telah menerima vaksin dosis lengkap mencapai 164 juta jiwa lebih hingga Selasa pukul 12.00 WIB.
Tenaga Kesehatan, Balai Pengobatan (BP) Lanal Karimun giat melaksanakan vaksinasi kepada warga yang akan bepergian dengan sarana Ferry penumpang domestik selama bulan Ramadhan di Pelabuhan Ferry Jalan Yos Sudarso Kabupaten Karimun Kepulauan Riau
Amerika Serikat menyumbangkan total 35,8 juta dosis vaksin Covid-19 ke Indonesia, lebih dari 500 juta dosis ke negara-negara di dunia hingga 17 Maret 2022.
Jajaran Kanwil Kemenkum HAM provinsi Sumatera Utara terus mengejar target pelaksanan vaksinasi. Saat ini vaksinasi ke III yakni vaksin booster Moderna telah dilakukan di seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat sebanyak 118.488.929 (118,49 juta) orang di Indonesia mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap hingga Kamis (13/1/2022).
Warga Indonesia yang sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin Covid-19 hingga Selasa (11/1/2022) mencapai 117,3 juta orang menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Pemerintah merencanakan untuk memulai penyuntikan vaksin penguat atau booster mulai Rabu (12/1). Jenis vaksin diantaranya CoronaVac dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Zifivak.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.