Setelah memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Manisa BBSK, kini masa depan Megawati Hangestri pun mulai menjadi perbincangan yang hangat di dunia voli Indonesia.
Megawati Hangestri mendapat panggilan untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia pada gelaran SEA Games 2025 yang akan berlangsung pada bulan Desember mendatang.
Bintang Voli Indonesia, Megawati Hangestri, kemungkinan besar akan menjalani debutnya dengan Manisa BBSK di Liga Voli Turki Kasta Kedua 2025/2026 dalam waktu dekat.
Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri nampaknya masih harus menunda debutnya dengan Manisa BBSK di Liga Voli Turki kasta kedua 2025/2026 lebih lama.
Megawati Hangestri mendapatkan hadiah dari sang mantan rekan, Giovanna Milana di hari ulang tahun usai bantu tim voli Jatim raih medali emas di final PON 2024.
Megawati Hangestri mengungkapkan perasaannya usai berhasil tampil gemilang sekaligus membawa tim voli putri Jawa Timur meraih medali emas di final PON 2024.
Keseruan liga voli Korea Selatan mulai merambah ke Indonesia. Tentu bagi pecinta voli tanah air hal tersebut tak terlepas dari adanya sosok Megawati Hangestri
Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menghadiri agenda taklimat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Rabu (8/4).
SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.