Terdapat banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan untuk meraih keutamaan serta kemudahan hidup, salah satunya adalah shalat Dhuha. Ini batas waktu akhirnya
Meskipun tidak wajib, shalat dhuha memiliki keutamaan yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Berikut waktu-waktu yang disarankan Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Sudah niat melakukan shalat dhuha, tapi sebentar lagi masuk waktu shalat dhuhur. Apakah shalat dhuha masih bisa diterima? Kapan batas terakhir melakukan shalat dhuha?
Banyak cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satu ibadah sunnah yang bisa dilakukan yaitu Shalat Dhuha. bila akan memasuki waktu shalat dhuhur, masih bolehkah melaksanakan shalat dhuha?
Almarhum Syekh Ali Jaber pernah menyampaikan cara menghitung kapan waktu terbaik pelaksanaan shalat Dhuha di tengah musim hujan, akibat langit selalu mendung.
Salah satu tuntunan hidup Rasulullah SAW adalah menjaga shalat dhuha. Maka dari itu, meski sunnah, seorang Mukmin disarankan tetap menjaga shalat dhuha, meski hanya dua rakaat.
Pendakwah Buya Yahya menyoroti terkait banyaknya pendapat pelaksanaan shalat sunnah awwabin punya waktu terbaik antara setelah Maghrib dan sebelum adzan Isya.
Buya Yahya menjelaskan secara detail waktu terbaik pelaksanaan shalat sunnah Awwabin dari perbandingan waktu Dhuha dengan antara Maghrib dan sebelum adzan Isya.
Saat tubuh sangat lelah, tak sengaja bangun tidur kesiangan hingga jam 8 pagi, masih bolehkah melakukan shalat subuh? Ustaz Adi Hidayat berikan penjelasannya
Almarhum Syekh Ali Jaber pernah menguraikan masih banyak orang mukmin keliru ketika menunaikan shalat Dhuha mengacu pada jumlah rakaat dan waktu terbaiknya.
Buya Yahya menerangkan waktu pelaksanaan shalat sunnah Awwabin terbaik terletak pada waktu Dhuha. Meski pada umumnya antara setelah Maghrib dan sebelum Isya.
Shalat dhuha terbagi dalam tiga dimana kata Ustaz Adi Hidayat (UAH) keutamaannya berbeda-beda. Dhuha selain mudahkan rezeki juga bikin diri terhindar musibah.
Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh".
Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Masalah paspor WNI pemain Timnas Indonesia tersebut tak hanya jadi buah bibir di maupun Indonesia. Salah satu media Malaysia juga ikut menyoroti hal tersebut.
Bagi para pencinta sepak bola tanah air, khususnya Timnas Indonesia dan Persipura Jayapura, pemain yang akrab disapa Bochi ini sudah menjadi legenda sejak lama.
Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.