news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 di Jakarta, Selasa (20/2/2024)..
Sumber :
  • ANTARA

Bersyukur Pemilu Lancar, Presiden Jokowi Harap Arus Modal dan Investasi Indonesia akan Meningkat Pascapemilu 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan agar arus modal dan investasi yang masuk ke Indonesia akan semakin meningkat setelah Pemilu 2024 yang berjalan baik.
Selasa, 20 Februari 2024 - 13:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvonenews.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap arus modal dan investasi yang masuk ke Indonesia semakin meningkat. Ia mengungkapkan hal tersebut, khususnya setelah penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Jokowi mengatakan, ia memahami banyak pelaku bisnis yang sebelumnya masih menunggu keberlangsungan pemilu di Indonesia.

“Saya tahu banyak pelaku bisnis yang kemarin masih menunggu pemilu—wait and see, karena agak khawatir dengan politik yang memanas menjelang pelaksanaan pemilu," kata Jokowi, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 di Jakarta, dikutip ANTARA, Selasa (20/2/2024).

Meskipun demikian, Jokowi mengatakan dirinya bersyukur pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan lancar. "Tetapi sekarang alhamdulillah pemilu berjalan dengan lancar, masyarakat berbondong-bondong ke TPS dengan riang gembira,” kata dia lagi.

Menurut Jokowi, stabilitas politik dalam negeri sangat penting untuk membangkitkan industri keuangan yang semakin kokoh, khususnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Saat ini, kondisi geopolitik global dinilai kurang baik, Presiden memaparkan ketahanan industri keuangan Indonesia dengan tingkat permodalan perbankan mencapai 27,69 persen dan kredit perbankan yang tumbuh 10,38 persen year on year, atau di atas level pra pandemi.

Ekonomi Indonesia pun, menurut Presiden Jokowi,  tumbuh sangat baik yaitu 5,05 persen dan inflasi terkendali di angka 2,57 persen.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia sebesar 145 miliar dolar AS (sekitar Rp2.271,2 triliun), neraca dagang surplus 36 miliar dolar AS (setara Rp570 triliun), serta defisit transaksi berjalan surplus 0,16 persen.

“Saya kira angka-angka seperti itu yang harusnya (membuat) kita optimistis terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2024. Tetapi kita tetap harus hati-hati dan waspada karena ekonomi global yang berubah sangat cepat dan disrupsi teknologi yang masif terus terjadi,” tutur Jokowi.

Untuk mendukung ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Presiden mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan

Saat ini, inklusi dan literasi keuangan masing-masing masih di angka 75 persen dan 65 persen pada 2023.

Selain itu, dukungan terhadap UMKM melalui perbankan dan asuransi juga tidak kalah penting. Jokowi mengatakan, saaat ini kredit perbankan untuk UMKM masih di angka 19 persen

"Ini perlu sebuah terobosan, perlu sebuah strategi agar ada peningkatan kredit perbankan modal UMKM sehingga kita bisa melihat UMKM kita tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengapresiasi penyempurnaan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia yang diluncurkan OJK sehingga inisiatif keuangan hijau dapat menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan inklusivitas. (ant/iwh)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral