- Tangkapan layar
Bukan karena Flexing, Polisi Ungkap Motif Perampokan di Pamijahan Bogor
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi berhasil menangkap komplotan perampok yang beraksi di sebuah rumah di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menewaskan kepala keluarga berinisial HS (26).
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara mengatakan pelaku berjumlah empat orang yang berinisial ID, S, C, dan O.
"Mereka ditangkap di lokasi berbeda. Dua pelaku ditangkap di wilayah Pamijahan, dua orang lainnya di wilayah Pandeglang, Banten," ujarnya, Senin (23/9/2024).
Wakapolres Bogor Kompol Adhimas Sriyono Putra mengungkap motif empat pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan seorang pria berinisial HS (26) di Kampung Cimayang Sari RT 14/ RW 06 , Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Para pelaku terungkap telah merencanakan hal tersebut sejak lama.
Adhimas menyebut peristiwa itu bermula saat pelaku utama yakni D (30) memiliki masalah dengan korban terkait dengan proses pegadaian mobil Toyota Calya.
“Korban dan pelaku D sebelumnya saling mengenal bahkan mobil calya yang saat kejadian ada di rumah korban, adalah mobil yang digadaikan ke HS sebesar Rp23 juta. Namun karena desakan korban menagih dan pelaku belum bisa bayar, timbul lah untuk melakukan kejahatan,” ungkap Adhimas.
Niat jahatnya itu kemudian diceritakan kepada tiga rekannya yang terlibat pada peristiwa tersebut. Yakni S (29), C (48) dan O (26).
Adhimas menyebutkan bahwa korban sudah beberapa kali merencanakan kejahatan tersebut. Namun gagal dengan alasan yang tidak jelas.
“Pelaku sebelumnya sudah merencanakan akan melakukan curas (pencurian dengan kekerasan) ini sekitar 13 September, kemudian batal dan 15 September batal lagi, dan baru terlaksana 17 September (malam sebelum kejadian). Yang dimana semuanya direncanakan di bengkel pelaku D (di bilangan Galuga),” beber Adhimas.
Kepolisian Sektor Cibungbulang Polres Bogor mengungkap aksi teror terhadap sekeluarga di Desa Cimayang, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menyebabkan kepala keluarga HS tewas dibunuh.
Kapolsek Cibungbulang Kompol Heri Hermawan menjelaskan aksi teror berupa pencurian dan kekerasan itu terjadi pada Rabu sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.
HS meninggal dunia di dalam mobil dengan luka serius di bagian kepala dan leher terjerat kain. Kemudian, istrinya R, ibunya N, serta anaknya A mengalami luka-luka.