news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase foto Eks Komandan Kopassus Yayat Sudrajat dan Ketum GRIB Jaya Hercules.
Sumber :
  • Istimewa

Masa Bodoh Siapa Bekingan Hercules, Eks Komandan Kopassus Klaim Siap Melakukan Hal Ini...

Ucapan tokoh ormas GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal masih terus memantik kontroversi panas di ruang publik. Kali ini eks petinggi Kopassus Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat ikut buka suara
Jumat, 9 Mei 2025 - 10:07 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ucapan tokoh ormas GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal masih terus memantik kontroversi panas di ruang publik. Kali ini eks petinggi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat ikut angkat bicara.

Ucapan Hercules yang dianggap menghina mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus purnawirawan jenderal TNI Letjen (Purn) Sutiyoso sebelumnya menuai kecaman dari eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Terbaru, dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Hersubeno Point, mantan petinggi Kopassus Letjen Yayat tak mampu menyembunyikan emosinya.

Mantan preman Tanah Abang, Hercules.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

 

 Pernyataan Hercules yang menyebut Sutiyoso dengan istilah “sudah bau tanah” dianggap bukan hanya tak sopan, tapi juga sebuah bentuk penghinaan terhadap kehormatan para purnawirawan TNI.

“Waduh, saya kalau misalnya pakai hukum rimba, pengennya jedor aja kepalanya itu, mulutnya dirobek-robek itu,” cetus Yayat dengan nada tinggi.

Sebagai jenderal bintang tiga yang lama berkecimpung di dunia militer elit, Yayat dikenal sebagai figur yang menjunjung tinggi nilai kehormatan dan solidaritas korps. 

Dalam pandangannya, pernyataan Hercules tidak bisa dianggap sebagai sekadar "celetukan".

“Ini bukan soal kebebasan berbicara. Ini penghinaan terhadap senior kami,” tegas Yayat.

“Kita negara hukum, iya. Tapi bukan berarti kebebasan itu bisa dipakai seenaknya untuk merendahkan orang,” tambahnya.

Eks Kopassus Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Kemarahannya memuncak karena Sutiyoso yang menjadi sasaran bukan hanya mantan jenderal biasa. Ia adalah mantan Danjen Kopassus dan pernah menjabat sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN), sosok yang punya jasa besar dalam dunia pertahanan dan intelijen Indonesia.

Letjen Yayat Ingatkan Hercules Pernah Hampir Dikubur

Letjen Yayat tak segan menyinggung kondisi fisik Hercules yang sejak lama mengalami cacat akibat masa lalu yang penuh konflik.

“Dia bilang ke Pak Sutiyoso, ‘sudah mau mati’. Ya, lo juga hampir mati! Lu bahkan hampir dikubur,” sindir Yayat tajam.

“Matanya udah enggak ada, tangannya sudah kena. Harusnya sadar diri. Bukan malah sombong dan merasa paling hebat,” imbuhnya.

Sindiran ini merujuk pada luka fisik yang diderita Hercules, termasuk kehilangan satu mata dan kerusakan pada tangan akibat konflik berdarah di masa lalu. 

Yayat menilai Hercules tidak memiliki keistimewaan yang membuatnya pantas bertindak seolah kebal hukum.

Tak hanya soal pernyataan Hercules, Yayat juga menyoroti eksistensi organisasi yang dipimpin oleh Hercules yaitu GRIB Jaya. 

Dalam pandangannya ormas tersebut seharusnya menjadi kekuatan sosial yang membantu masyarakat bukan malah menimbulkan kegaduhan dan ketegangan.

“Ormas itu harus jadi manfaat. Bukan bikin resah. Jangan bawa nama besar tapi tindakannya minus,” katanya.

Pernyataan ini menguatkan kekhawatiran sebagian masyarakat yang menilai sejumlah ormas kerap melenceng dari tujuan awal pembentukan yakni menjaga ketertiban dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshal alias Hercules
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Permintaan Maaf Hercules

Setelah menuai reaksi keras dari berbagai pihak termasuk dari kalangan TNI, Hercules akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dalam keterangannya di hadapan awak media, pria kelahiran Timor Leste itu mengakui kekhilafan ucapannya.

“Saya minta maaf kepada Pak Sutiyoso, minta maaf sebesar-besarnya. Minta maaf kepada anak cucu dan keluarganya,” ujar Hercules dengan nada menyesal.

Meski permintaan maaf telah disampaikan, tak sedikit pihak yang menilai bahwa permintaan maaf tersebut tidak cukup untuk meredam kemarahan yang telah terlanjur membara, terutama dari para purnawirawan dan simpatisan TNI.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:14
02:15
16:00
01:25
18:12
02:49

Viral