Tragedi Maut di Purwakarta, Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Preman
Purwakarta, tvOnenews.com - Seorang ayah mempelai wanita meninggal dunia setelah diduga dikeroyok sekelompok Preman saat pesta pernikahan anaknya di Desa Kertamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi ketika resepsi pernikahan tengah berlangsung di rumah korban.
Korban bernama Dadang, pemilik hajatan, awalnya didatangi sekelompok pria yang diduga preman kampung sekitar siang hari.Â
Mereka meminta uang jatah dengan alasan untuk membeli minuman keras. Korban kemudian memberikan uang sebesar Rp100.000.Â
Sekitar satu jam kemudian, kelompok tersebut kembali datang dan meminta tambahan uang sebesar Rp500.000.
Permintaan kedua itu ditolak korban. Penolakan tersebut memicu keributan hingga korban dikeroyok oleh sejumlah pria. Korban juga disebut dihantam menggunakan bambu sebelum para pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
Rekaman video warga memperlihatkan korban jatuh pingsan setelah pengeroyokan. Warga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.
Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan di lokasi hajatan. Istri dan anak korban dilaporkan jatuh pingsan setelah mengetahui kondisi korban. Insiden itu terjadi saat resepsi pernikahan anak korban masih berlangsung.
Keluarga korban menyebut pelaku diduga berjumlah sekitar 10 orang. Beberapa di antaranya tidak dikenal keluarga karena korban diketahui berdomisili di Purwakarta, sementara sebagian anggota keluarga lainnya tinggal di luar daerah.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian. Polisi juga mempertimbangkan autopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian.
Berdasarkan keterangan awal, pengeroyokan terjadi setelah sekelompok orang datang meminta jatah saat hajatan berlangsung.Â
Situasi kemudian memanas dan berujung keributan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Hingga kini, jumlah pasti pelaku masih dalam pendalaman.
Keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke polisi dan memberikan sejumlah bukti kepada penyidik. Sementara itu, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Â