- Istimewa
Upaya Buka Lapangan Kerja, Mahasiswa dan Pelaku UMKM di Lampung Dilatih Cemilan Olahan Ikan
Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), Lampung mengikuti Workshop Camilan Sehat Olahan Ikan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Gebrakan Anak Negeri (GAN) diikuti oleh 60 peserta dengan pelatihan pembuatan nugget dan dimsum dari olahan ikan.
Pendiri YIS, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peserta dibekali keterampilan membuat nugget dan dimsum yang siap jual disertai pelatihan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pemasaran digital.
“Kami membangun YIS dengan tujuan memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang dalam bekerja, berkontribusi, dan memperoleh pendidikan. Workshop ini adalah salah satu cara kami mewujudkan hal itu,” kata Sandiaga Uno, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Sandiaga Uno memaparkan pelatihan ini lahir dari inisiatif, semangat kesetaraan dan kolaborasi.
Menurutnya pelatihan kuliner dipilih karena relatif terjangkau, mudah dipraktikkan, dan cepat memberikan hasil ekonomi.
“Kelas memasak seperti ini tidak hanya mengangkat cita rasa lokal, tetapi juga memperkuat jejaring UMKM melalui kolaborasi. Bukan semata mencari keuntungan, tetapi juga membangun silaturahmi dan saling menguatkan,” katanya.
Di sisi lain, Ketua GAN, Evie Sofia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan YIS dan UMPRI.
“Peserta datang dengan semangat belajar dan ingin menjadi perempuan yang mandiri secara ekonomi. Kami fokus pada camilan sehat dari ikan dan sayuran dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya di wilayah Pringsewu Selatan,” ujarnya.
Sementara, Dekan Fakultas Syariah dan Fakultas Komputer UMPRI, Rimanto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan.
Ia menilai workshop ini dapat menjembatani dunia akademik dan praktik lapangan.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman riil di dunia usaha. Harapannya, keterampilan wirausaha yang mereka pelajari bisa langsung diterapkan, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan pelaku UMKM,” pungkasnya. (raa)