Indonesia Mulai Memburu 4 Teknologi Strategis, dari AI hingga Keamanan Siber Jadi Tantangan Baru
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara negara membangun ekonomi, menjaga infrastruktur, hingga memperkuat sistem pertahanan.
Teknologi yang sebelumnya banyak berkembang di laboratorium dan perusahaan teknologi kini semakin masuk ke sektor strategis, termasuk pengambilan keputusan, industri, keamanan digital, serta sistem militer.
Bagi negara dengan ambisi membangun ekonomi berbasis teknologi, kemampuan menguasai AI tidak lagi sekadar soal mengikuti tren, tetapi juga berkaitan dengan kapasitas industri dan daya saing jangka panjang.
Gambaran tersebut terlihat dari investasi negara maju. Data Stanford AI Index 2026 mencatat investasi AI swasta di Amerika Serikat mencapai US$285,9 miliar pada 2025, lebih dari 23 kali investasi swasta AI China yang mencapai US$12,4 miliar.
Amerika Serikat juga mencatat 1.953 perusahaan AI yang memperoleh pendanaan baru sepanjang tahun tersebut. Angka itu menunjukkan betapa besar skala investasi yang mulai menghubungkan AI dengan aktivitas ekonomi dan inovasi.
Di sektor pertahanan, kecenderungannya juga serupa. Inggris, misalnya, mengalokasikan lebih dari £1 miliar untuk sistem digital targeting dan membangun kemampuan siber baru sebagai bagian dari modernisasi pertahanan.
Jepang juga memasukkan AI untuk deteksi target, analisis intelijen, sistem komando, logistik, aset nirawak, hingga keamanan siber. Dengan demikian, AI, teknologi digital, pertahanan, dan keamanan siber semakin sulit dipisahkan ketika negara membangun ketahanan ekonomi sekaligus keamanan nasional.
Empat Sektor Teknologi Mulai Disatukan
Konteks tersebut menjadi relevan dengan langkah Indonesia yang mulai memperluas penjajakan di sektor teknologi strategis. Danantara Indonesia dan perusahaan teknologi Thales menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 24 September 2026 yang mencakup empat bidang, yakni AI, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber.
Kerja sama tersebut belum merupakan kontrak investasi untuk proyek tertentu. MoU menjadi kerangka awal untuk menjajaki berbagai peluang investasi dan kolaborasi di Indonesia.
Beberapa bidang yang masuk dalam pembahasan antara lain manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan penerapan AI, pusat operasi keamanan siber, serta teknologi pascakuantum.
Pilihan sektor tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan teknologi tidak hanya diarahkan pada pengembangan perangkat lunak atau AI generatif. Infrastruktur digital, sistem pertahanan, keamanan fasilitas publik, dan perlindungan terhadap jaringan juga menjadi bagian dari ekosistem teknologi strategis.
Load more