- Istimewa
Kisah Perjuangan Perempuan di Bojonegoro: Dari Berjualan Nasi Hingga Berangkat Umrah
Jakarta, tvOnenews.com - Jeni Adilasari perempuan asal Bojonegoro, Jawa Timur kini dapat tersenyum lepas usai cita-citanya menginjakkan kasi ke Tanah Suci yakni Mekkah dan Madinah, Arab Saudi terwujud.
Wanita muda itu memiliki kisah hidup penuh perjuangan mengingat masa-masa himpitan ekonomi harus terus dialaluinya sejak masih duduk di bangku SMP.
Jeni sejak duduk di bangku SMP sudah harus memebantu ibunya berjualan nasi bungkus yang dititipkannya ke warung sekaligus menjajakan dagangannya itu ke teman sekolahnya.
Tiap harinya sepulang sekolah, Jeni menaruh rasa penasaran dengan keberadaan sang ibunda yang tak pernah berada di rumahnya pada siang hari.
Rasa penasaran itu pun membawanya ia untuk bertanya kepada tetangga sekitar mengenai keberadaan sang ibunda hingga didapati sedang mengikuti kegiatan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) para nasabah Permodalan Nasabah Mardani (PNM) dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Meekar).
Sejak saat itu, rasa penasaran Jeni terhadap keberadaan sang ibu pada tiap harinya terjawab dan juga membuatnya terpukau.
Sebab, ibu-ibu termasuk orangtuanya itu tengah belajar mengelola usaha, keuangan dalam upaa memperjuangkan harapan masa depan keluarga.
“Sejak itu saya punya tekad. Kalau ibu-ibu seperti ibu saya saja mau belajar dan berani bermimpi, saya ingin suatu hari bisa berdiri di samping mereka,” kata Jeni kepada awak media, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Pasca lulus dari pendidikan SMA, Jeni pun tak ragu mendaftarkan diri sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar.
Sejak lima tahun bergabung, Jeni yang juga salah satu dari tulang punggung keluarganya dapat mewujudkan satu per satu impian serta membangun ekonomi keluarganya.
Sampai akhirnya Jeni pun dapat mewujudkan impian terbesarnya untuk dapat melakukan ibadah ke Mekkah melalaui program Employee Reward PNM dengan mendapatkan umrah gratis.
"Dari dulu saya selalu percaya, kalau kita menanam niat baik hal-hal baik semesta akan menemukan jalannya sendiri. Tugas kita cuma satu, konsisten berbuat baik walau perlahan,” pungkasnya.(raa)