Detik-Detik Pria Tewas Tertimpa Pohon di Depan Sang Istri Saat Angin Kencang Terjang Jember
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memakan korban jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember melaporkan satu orang warga meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat sedang beraktivitas.
Korban diketahui bernama Mohammad Kholil (56), seorang warga Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo. Insiden memilukan tersebut terjadi saat korban tengah berada di kebun kopi bersama istrinya, Yanti.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di kawasan hutan lindung.
"Angin kencang mengakibatkan dahan pohon Sapen patah pada Sabtu (24/1), sehingga menimpa korban yang sedang berada di lahan kopi bersama istrinya, Yanti di petak 110 RPH hutan lindung dan korban langsung meninggal dunia di tempat," ungkap Edi di Jember, Minggu (25/1/2026).
Setelah kejadian tersebut, istri korban langsung meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi jenazah suaminya ke rumah duka.
Pihak berwenang dari Polsek dan Puskesmas Ledokombo segera melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
"Pihak Polsek dan Puskesmas Ledokombo menuju rumah duka, guna melaksanakan pemeriksaan luar jenazah korban yang sudah meninggal dunia itu," tambah Edi.
Selain menelan korban jiwa, terjangan angin kencang juga merusak infrastruktur publik.
Sebuah pohon tumbang dilaporkan menimpa atap Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Sumberbulus hingga mengalami kerusakan cukup serius. Namun, Edi memastikan tim di lapangan telah menangani pohon tersebut.
"Pohon tumbang yang mengenai Pustu Kesehatan sudah teratasi dan korban bencana yang meninggal dunia sudah dimakamkan oleh pihak keluarga," tuturnya.
Berdasarkan data akumulasi dari BPBD Jember selama periode 24-25 Januari 2026, dampak angin kencang ini cukup luas, mencakup sembilan desa di lima kecamatan. Selain satu korban jiwa, tercatat delapan orang mengalami luka-luka.
Kerusakan properti meliputi satu rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, serta lima rumah rusak ringan, ditambah tiga unit fasilitas umum yang terdampak.
Menyikapi kondisi ini, Edi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi kapan saja. (ant/dpi)
Load more