- Istimewa
Produsen Commercial EV Nasional Pemimpin Transformasi: VKTR Perluas Langkah Strategis ke WTE dan Perkuat Posisi Market Leader EV Transjakarta
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan tumbuh 11,8% YoY menjadi Rp 1.798 miliar pada tahun 2025, dari Rp 1.609 miliar di 2024, didorong oleh kenaikan uang muka terkait proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan, yang diimbangi juga oleh penambahan aset tetap. Di sisi liabilitas, terjadi peningkatan 22,2% YoY menjadi Rp 553 miliar di tahun 2025 dari Rp 453 miliar di tahun 2024 sejalan dengan penambahan pinjaman untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan.
“Semua momentum positif Perseroan di tahun 2025, baik dari segi performa keuangan maupun pencapaian bisnis, adalah bukti bahwa upaya VKTR dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di berbagai industri terus membawa hasil yang baik. Artinya, langkah ini tidak hanya mengantarkan VKTR ke lini depan dekarbonisasi kendaraan komersial, tapi juga ke tahap pertumbuhan yang berkelanjutan hingga waktu-waktu mendatang”, ujar Direktur dan Chief Financial & Risk Officer PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Amri Aswono Putro.
Kinerja Bisnis dan Produk
Pada akhir tahun 2025, Perseroan telah menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operator Transjakarta sebagai bagian dari total pemesanan 80 unit. Sementara itu, 30 unit lainnya telah menyelesaikan tahap perakitan chassis di fasilitas PT VKTR Sakti Industries dan kini tengah memasuki tahap karoseri di perusahaan manufaktur rekanan Perseroan, PT Laksana Bus Manufaktur.
Selanjutnya, di tahun yang sama, Perseroan telah menyelesaikan pengiriman 3 unit bus listrik untuk mobilisasi karyawan ke salah satu perusahaan pertambangan swasta. Perseroan juga telah melakukan serah terima 5 unit compactor kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan 5 unit dump truck kepada Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta. Serah terima ini menandai dukungan Perseroan terhadap efisiensi operasional usaha pemerintah yang rendah emisi melalui pemanfaatan kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri. Beberapa di antara truk ini akan difungsikan menjadi kendaraan pengangkut sampah perkotaan yang akan diolah menjadi energi listrik guna mendukung implementasi program WTE sekaligus program pengurangan emisi karbon di sektor transportasi serta pengelolaan limbah dan energi di Indonesia.