news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Waspada! Ada Dua Modus Penipuan Baru Jelang THR 2026 Cair.
Sumber :
  • dok.ilustrasi istock

Waspada! Ada Dua Modus Penipuan Baru Jelang THR 2026 Cair

Jelang pencairan THR 2026, masyarakat perlu waspada. Sebab ada 2 modus penipuan.
Senin, 9 Maret 2026 - 10:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvonenews.com- Ada kabar yang mengkhawatirkan untuk kita semua. Ada dua modus penipuan jelang hari raya Idul Fitri 2026.

Segini Potongan Pajak THR kalau Punya Gaji Rp5 Juta
Sumber :
  • dok.ilustrasi iStock

Modus penipuan ini menjadi pengingat kita semua untuk berhati-hati dalam mengelola uang THR untuk Idul Fitri 2026.

Melansir dari antara, menurut data seperti temuan VIDA sepanjang 2025 menemukan lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan tunjangan hari raya atau THR.

"Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis," katanya. 

"Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya," sambung Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur.

Berikut Dua Modus Penipuan THR 

1. Phising atau Smishing

Modus pertama, ada metode yang memancing korban mengklik tautan dan memasukkan data pribadi seperti username, password, dan One-Time Password (OTP) via SMS.

Waspada! Ada Dua Modus Penipuan Baru Jelang THR 2026 Cair
Sumber :
  • dok.ilustrasi istock

Contohnya, pelaku bisa menyamar sebagai instansi logistik ataupun ada nomor tidak diketahui memberikan tawaran promo Ramadhan palsu.

Modus ini juga berkembang melalui metode fake BTS yang tahun lalu ramai, dan ditemukan oleh Pemerintah. 

Perlu dipahami, kalau metode penipuan ini memungkinkan pesan palsu terkirim secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi.

Sehingga terlihat meyakinkan bagi penerima sehingga harus diwaspadai. Masyarkat jangan langsung percaya.

2. Malware

Modus kedua yaitu, metode penipuan ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK.

Modus pelaku menggunakan beragam dan paling sering ditemukan ialah pelaku mengirim dokumen.

Menurutnya, masyarakat modus ini buat dokumen seolah penting, seperti dokumen status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga dokumen lain yang tampak relevan bagi korban.(klw)

    

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral