- PBSI
Pebulutangkis Indonesia Nol Gelar di Rangkaian Turnamen Eropa, PBSI Bilang Begini...
“Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting. Ini yang harus menjadi perhatian ke depan agar performa bisa tetap stabil,” tambahnya.
Ia menegaskan masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan agar Alwi bisa lebih konsisten di level tertinggi.
“Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” katanya.
Dari sektor tunggal putri, pelatih Imam Tohari menilai progres pemain sudah terlihat, meski konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.
“Dalam setiap pertandingan ada yang bagus dan tidak bagus. Konsistensi di lapangan masih harus ditingkatkan, terutama dalam kontrol pikiran dan cara bermain,” ujar Imam.
- PBSI
Ia juga menyoroti performa di final Swiss Open yang dinilai belum optimal.
“Di final, Putri belum bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Faktor mental dan kontrol pikiran (kurang tenang dan kurang yakin) cukup memengaruhi penampilannya," lanjut Imam.
"Memang untuk partai final tekanan mental yang dirasakan para pemain tentu berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Saya berharap Putri bisa mengatasi hal tersebut untuk ke depannya,” jelasnya.
Meski begitu, Imam melihat perkembangan yang positif dan menekankan pentingnya kesiapan internal pemain untuk naik level.
“Progres Putri sudah baik, tetapi untuk menembus jajaran empat besar dunia tentu tidak mudah. Ia harus memahami kendala dalam dirinya, berani mengambil inisiatif, dan lebih percaya diri saat bertanding,” tambahnya.
Sementara dari sektor ganda putra, pelatih utama Antonius Budi Ariantho menilai pasangan Raymond/Joaquin menunjukkan potensi menjanjikan pada debut mereka di All England 2026.
“Secara permainan, mereka menunjukkan potensi yang positif. Namun masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi non-teknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan,” ujarnya.
Dari sisi teknis, ia menambahkan bahwa sektor pertahanan masih perlu diperkuat, termasuk variasi arah bola yang masih mudah dibaca lawan.
“Ke depan, hal-hal ini akan menjadi fokus pembenahan agar permainan mereka bisa lebih solid dan kompetitif,” katanya.