- Istimewa
Munas HIPMI 2026 Rancang Konsolidasi Hadapi Tantangan Geopolitik
HIPMI memandang bahwa keberhasilan Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tidak mungkin dicapai tanpa lahirnya lebih banyak pengusaha muda baru yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
"Kita tidak hanya bicara soal jumlah entrepreneur, tetapi bagaimana melahirkan pengusaha yang kuat secara mental, profesional dalam tata kelola usaha, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat global," jelasnya.
Dari sisi tata kelola, Ketua Steering Committee (SC) Munas HIPMI 2026, Tri Febrianto Damu memastikan seluruh proses berjalan profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.
“Steering Committee memastikan mekanisme Munas berjalan sesuai AD/ART secara profesional dan transparan. Tahapan akan mencakup penjaringan, verifikasi, hingga pemilihan Ketua Umum secara demokratis," jelas Tri.
"Adapun persyaratan umum calon Ketua Umum antara lain memiliki rekam jejak kepengurusan di HIPMI, aktif sebagai pengusaha, 41 ke bawah, mendapatkan dukungan dari lima BPD (Badan Pengurus Daerah), serta memiliki integritas dan kapasitas kepemimpinan,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Munas HIPMI 2026, Arief Satria Kurniagung, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara komprehensif.
Rencananya, Munas akan diselenggarakan pada Juni 2026 yang sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Kewirausahaan Nasional.
“Munas HIPMI 2026 akan menjadi momentum konsolidasi terbesar pengusaha muda Indonesia, di mana ribuan pengusaha muda dari seluruh daerah akan berkumpul dalam satu forum strategis. Kami juga berharap Bapak Presiden Republik Indonesia dapat berkenan hadir untuk membuka Munas ini, mengingat HIPMI merepresentasikan mayoritas pelaku UMKM di Indonesia, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional," jelas Arief.
"Kehadiran Presiden akan menjadi penguatan sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda, sekaligus menegaskan bahwa UMKM dan kewirausahaan adalah fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” pungkasnya.(raa)