news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Electricity Connect 2026 menyoroti sejumlah area prioritas termasuk penyediaan listrik untuk pusat data di ASEAN, digitalisasi dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta peran energi nuklir..
Sumber :
  • Istimewa

Kebutuhan Listrik untuk Data Center Meningkat, Pemerintah Perkuat Infrastruktur Energi

Clarion Events bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia akan menggelar Electricity Connect 2026 pada 22–24 September 2026.
Selasa, 21 April 2026 - 23:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Clarion Events bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia akan menggelar Electricity Connect 2026 pada 22–24 September 2026.

Kegiatan ini akan membahas isu utama transisi energi di ASEAN, seperti kebutuhan listrik untuk pusat data, digitalisasi, infrastruktur TIK, serta energi nuklir. Acara ini didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT PLN (Persero).

Electricity Connect 2026 menyoroti sejumlah area prioritas termasuk penyediaan listrik untuk pusat data di ASEAN, digitalisasi dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta peran energi nuklir.
Sumber :
  • Istimewa

Enlit Asia merupakan forum tahunan sektor kelistrikan di kawasan ASEAN yang diikuti lebih dari 11.000 peserta dan 280 peserta pameran. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi untuk bertukar informasi dan membahas perkembangan sektor energi.

Sementara itu, Electricity Connect adalah agenda tahunan MKI yang berfokus pada penguatan sistem ketenagalistrikan nasional. Acara ini sebelumnya dikenal sebagai Hari Listrik Nasional dan menjadi wadah untuk mendorong pengembangan infrastruktur listrik yang andal dan berkelanjutan. Pada penyelenggaraan sebelumnya, acara ini diikuti sekitar 15.000 peserta dan 179 peserta pameran.

Penyelenggaraan tahun ini juga berkaitan dengan kebutuhan investasi sektor listrik Indonesia yang diperkirakan melebihi 500 miliar dolar AS untuk mendukung target net zero emission. 

Pemerintah saat ini mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan target kapasitas 100 GW, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik, terutama dari sektor pusat data di ASEAN.

Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar Abdurrahim, menyatakan, “Pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar. Fokus utama kami adalah mencapai target pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional."

"Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten guna memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan, termasuk menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang terus tumbuh pesat secara eksponensial di tanah air."

"Melalui Enlit Asia – Electricity Connect 2026, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif.” lanjutnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan, “Melalui acara ini, kami akan memberikan Policy Direction PLN yang jelas, terutama dalam menerjemahkan kebijakan Pemerintah menjadi hasil nyata, mulai dari akselerasi proyek PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) hingga penguatan Program Listrik Desa (Lisdes)."

"Selaras dengan tema 'Powering Regional Sovereignty, Securing Energy System Resilience', PLN hadir untuk menunjukkan berbagai Quick Wins atau capaian nyata yang membuktikan bahwa transisi energi di Indonesia telah berjalan secara konkret melalui digitalisasi jaringan (smart grid) dan penguatan sistem yang tangguh."

"Kami mengundang kolaborasi lintas batas untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya bersih dan andal, tetapi juga mampu menjadi tulang punggung bagi kedaulatan ekonomi Indonesia dan ASEAN di kancah global.” lanjtunya.

Ketua Umum MKI, Suroso Isnandar, menyebut kolaborasi antar pihak menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor energi. 

“Kolaborasi antara MKI, Clarion Events, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero) dalam penyelenggaraan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 menjadi acara penting untuk mendukung dan mempercepat pengembangan sektor energi Indonesia dan ASEAN. Peran asosiasi industri, dalam hal ini MKI, sangat krusial dalam menjembatani kebijakan, kesiapan industri, dan inovasi teknologi dalam transisi energi Kawasan.”

CEO Clarion Events Asia, Richard Ireland, mengatakan pendaftaran peserta dan exhibitor telah dibuka. 

“Pendaftaran untuk exhibitor, sponsor, dan peserta resmi dibuka mulai hari ini. Dengan target 11.000 peserta dan 280 exhibitor global, acara ini bukan sekadar pameran, melainkan pusat transaksi teknologi dan investasi energi. Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam membangun kolaborasi nyata menuju sistem energi ASEAN yang lebih tangguh dan berkelanjutan”.
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:15
05:13
01:54
02:04
01:04
05:37

Viral