news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Setter GS Caltex, Ahn Hye-jin.
Sumber :
  • GS Caltex

Karier Terancam Tamat, Nasib Ahn Hye-jin Segera Diputuskan Usai Insiden Mengemudi Mabuk

Karier Ahn Hye-jin berada di ujung tanduk setelah tersandung kasus mengemudi dalam keadaan mabuk. Kini, ia menunggu keputusan Komite Disiplin yang akan putuskan
Minggu, 26 April 2026 - 13:53 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Setter timnas voli putri Korea Selatan, Ahn Hye-jin, harus menghadapi kenyataan pahit setelah sukses membawa GS Caltex menjuarai V League 2025/2026. Di tengah pencapaian tersebut, ia justru terseret kasus hukum serius yang kini mengancam kariernya.

Ahn Hye-jin diketahui terjaring razia lalu lintas saat mengemudi dalam kondisi mabuk pada Kamis, 16 April 2026. Dalam kejadian itu, ia langsung melaporkannya kepada manajemen klub sebagai bentuk tanggung jawab profesional.

Pihak GS Caltex pun mengambil sikap tegas. Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan bahwa pelanggaran tersebut tidak dapat ditoleransi.

Pemain GS Caltex, Ahn Hye-jin
Sumber :
  • Instagram

"Mengemudi dalam keadaan mabuk adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun. Kami menyampaikan penyesalan yang mendalam atas kekhawatiran terkait masalah ini dan dengan tulus meminta maaf kepada klub dan penggemar V-League," tulis GS Caltex.

Konsekuensinya, GS Caltex langsung melepas Ahn Hye-jin sehingga berstatus bebas agen. Situasinya semakin memburuk karena hingga penutupan bursa transfer, tidak ada klub yang merekrutnya. Hal ini membuatnya dipastikan absen dari V-League musim depan.

Masalahnya belum berhenti di situ. Federasi Voli Korea (KOVO) mengadakan sidang Komite Disiplin pada tanggal 27 April di Mapo-gu, Seoul, untuk menentukan sanksi terhadap Ahn Hye-jin. Ia dilaporkan akan hadir langsung untuk memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.

Menurut laporan Seoul Economic Daily, hukuman berat dinilai sulit dihindari. Berdasarkan Pasal 10 Ayat 1 Peraturan Disiplin Federasi, pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk dapat mengakibatkan sanksi mulai dari peringatan hingga pemecatan, serta denda minimal 5 juta won atau kurang lebih Rp57 juta – Rp60 juta.

Dampak dari kasus ini sangat besar bagi karier Ahn Hye-jin. Selain kehilangan klub, ia juga gagal melanjutkan negosiasi dengan beberapa tim sebelumnya yang berminat merekrutnya.

Ahn Hye-jin merupakan setter tim nasional voli putri Korea Selatan
Sumber :
  • Instagram

Terlebih lagi, statusnya sebagai pemain tim nasional Korea Selatan—yang baru saja kembali ia raih setelah sekitar empat tahun sejak 2022—juga dicabut.'

Mengacu pada aturan Asosiasi Bola Voli Korea, pemain yang terbukti mengemudi dalam keadaan mabuk akan dilarang memperkuat tim nasional selama dua hingga tiga tahun, tergantung besaran denda yang dijatuhkan. 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral