- Istimewa
Gaungkan Misi Global Sumud Flotilla 2.0, DT Peduli Ajak Publik Terus Suarakan Solidaritas Palestina
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah krisis kemanusiaan yang masih melanda Gaza, berbagai bentuk solidaritas internasional terus tumbuh dan berkembang. Kondisi yang belum pulih sepenuhnya mendorong munculnya beragam inisiatif lintas negara, tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga menjaga perhatian publik terhadap isu kemanusiaan yang berkelanjutan.
Salah satu upaya tersebut terlihat dari keterlibatan lembaga zakat DT Peduli dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Gerakan sipil berskala internasional ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyuarakan pentingnya akses kemanusiaan bagi warga Gaza yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Bagi DT Peduli, partisipasi ini tidak sekadar berfokus pada distribusi bantuan. Keterlibatan tersebut juga dimaknai sebagai wujud keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan global.
Melalui pesan “Tidak semua bisa berlayar, tapi semua bisa berpihak,” organisasi ini menekankan bahwa kontribusi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk dari jarak jauh.
Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyatakan bahwa misi ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas negara untuk membuka akses bantuan ke Gaza.
"Kondisi Palestina saat ini masih berada dalam situasi blokade yang panjang. Melalui gerakan global seperti ini, kami ingin mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, baik melalui jalur laut maupun darat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, GSF 2.0 menunjukkan bagaimana solidaritas global dapat diwujudkan melalui kerja sama yang terstruktur.
Selain pengiriman armada kapal yang membawa relawan internasional, distribusi bantuan juga dilakukan melalui jalur darat dengan mengirimkan logistik, mulai dari kebutuhan medis, pangan, hingga perlengkapan darurat. Pendekatan ini mencerminkan strategi adaptif menghadapi tantangan di lapangan.
Kontribusi DT Peduli juga tampak melalui pengiriman relawan dengan beragam peran. Mulai dari tenaga medis, tim media, hingga perwakilan yang terlibat dalam koordinasi lapangan, semuanya menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam gerakan kemanusiaan global yang kolaboratif.
Ketua Yayasan DT Peduli, M. Bascharul Asana, menegaskan pentingnya menjaga nilai dan tanggung jawab dalam setiap langkah misi kemanusiaan.
"Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi amanah. Kami berpesan agar para relawan senantiasa menjaga niat, serta membawa nama baik Indonesia dalam setiap peran yang dijalankan," ungkapnya.