Prabowo Subianto Sebut BUMN Saat Ini Kerja Seenaknya, Direksi Akan Diusut
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah melakukan perampingan besar-besaran terhadap jumlah badan usaha milik negara ( Bumn). Dari temuan awal pemerintah, terdapat 1.074 entitas BUMN, termasuk perusahaan anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
Prabowo menegaskan BUMN merupakan milik seluruh rakyat Indonesia sehingga tidak boleh dikuasai atau diperlakukan sebagai sumber kepentingan pribadi oleh direksi, komisaris, maupun penguasa.
"BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi, bukan milik komisaris, bukan pula sumber dana bagi penguasa," kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan majelis.
Menurut Prabowo, kompleksitas struktur BUMN tersebut menjadi persoalan tersendiri karena terdapat perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan hingga turunannya. Ia mengaku terkejut setelah menemukan jumlah entitas BUMN jauh lebih besar dari perkiraannya.
Prabowo bahkan mempertanyakan tata kelola sejumlah BUMN yang dinilai tidak bertanggung jawab kepada negara dan masyarakat. Ia membuka kemungkinan perlunya mekanisme khusus untuk mengusut pengelolaan BUMN di masa lalu.
Ia juga mengusulkan adanya peluang pengampunan khusus bagi pengurus lama yang mengakui kesalahan dan bersedia bertobat, dengan mengatakan keputusan mengenai hal tersebut berada di tangan DPR.
Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan pada 31 Desember 2026 jumlah BUMN yang tersisa paling banyak hanya sekitar 300 entitas. Dengan target tersebut, lebih dari 750 BUMN akan ditutup atau dirampingkan.
Menurut Prabowo, hanya perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat yang akan dipertahankan.
"Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan," ujarnya.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar karena pemerintah memangkas jumlah entitas BUMN secara signifikan.
Perampingan tersebut disebut mulai memberikan penghematan bagi negara. Prabowo mengatakan pemerintah telah menghemat lebih dari Rp50 triliun dari berbagai biaya overhead.
Penghematan antara lain berasal dari pengurangan gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, kendaraan, perjalanan dinas, serta berbagai pengeluaran operasional lainnya.
Pemerintah menargetkan penghematan tersebut meningkat menjadi lebih dari Rp70 triliun hingga akhir Desember 2026.
Prabowo menilai anggaran yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan puskesmas, renovasi sekolah, dan penyediaan rumah bagi masyarakat.
"Bayangkan dengan Rp50 triliun berapa puskesmas bisa kita perbaiki? Berapa sekolah bisa kita renovasi? Berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan?" kata Prabowo.
Prabowo kemudian memberikan apresiasi kepada jajaran Danantara beserta seluruh tim yang terlibat dalam proses restrukturisasi dan konsolidasi BUMN tersebut.