- instagram Dedimulyadi71
Masih "Dijaga Ormas", Dedi Mulyadi Geram Soal Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Bekasi: Bagi Saya itu tidak Penting!
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi geram soal penanganan palang pintu kereta api pasca tragedi kecelakaan di Bekasi.
Di tengah duka akibat kecelakaan kereta api yang merenggut 15 nyawa di Bekasi, Gubernur Jawa Barat itu justru menemukan fakta yang membuatnya geram: pintu perlintasan masih dijaga oleh ormas atau masyarakat.
Situasi ini dinilai sebagai ironi besar di tengah tuntutan keselamatan transportasi publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.
Lebih mengejutkan lagi, Dedi Mulyadi mengaku sudah berupaya menghubungi Wali Kota Bekasi pada pagi hari setelah insiden, namun panggilan tersebut belum tersambung.
Kondisi ini mempertegas kegelisahannya terhadap lambannya respons penanganan, sementara fakta di lapangan menunjukkan perlintasan kereta masih dikelola secara manual oleh warga atau kelompok tertentu.
Kronologi Kecelakaan Kereta Api Bekasi yang Menewaskan 15 Orang
Insiden tragis itu terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, kecelakaan bermula ketika KRL relasi Bekasi–Cikarang tertabrak sebuah taksi di perlintasan sebidang JPL 85 di kawasan Bulak Kapal.
- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Akibat tabrakan tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan dioperasikan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Dampaknya merembet, satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 terpaksa dihentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.
Situasi semakin memburuk ketika KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya melintas dan tidak sempat berhenti sepenuhnya. Kereta tersebut kemudian terlibat tabrakan dengan KRL yang tengah berhenti. Peristiwa beruntun ini memperlihatkan betapa rentannya sistem keselamatan di perlintasan sebidang.
Data sementara mencatat 15 orang meninggal dunia per Selasa (28/4) siang. Sementara korban luka dirawat di berbagai rumah sakit, mulai dari RSUD Bekasi hingga RS Siloam Bekasi Timur.
Dedi Mulyadi Soroti Peran Ormas: “Itu Bukan Kewajiban Mereka”
Menanggapi tragedi ini, Dedi Mulyadi menyampaikan pernyataan tegas melalui akun Instagram Dedimulyadi71 pada Jumat (1/5/2026). Ia menilai keberadaan ormas atau warga yang menjaga palang pintu kereta bukanlah solusi, melainkan bukti adanya celah tanggung jawab negara.