Viral Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran Berhadiah Sebotol Miras, Tuai Kecaman Warganet
- dok.kolase tvOnenews.com/ @infojawabarat
Jakarta, tvOnenews.com- Waduh di media sosial, viral sebuah video promosi alkohol dengan hafalan ayat al-quran. Memperlihatkan adanya brand alkohol Newport melakukan promosi tersebut di depan booth/standnya.
Video brand alkohol tersebut, secara terang-terangan melakukan challenge (game) bertujuan promosi dengan hafalan ayat Alquran bisa ditukar sebotol miras. Sebuah minuman yang dipahami dilarang dalam agama Islam.
- Bea Cukai
Dalam video yang beredar diberbagai akun media sosial, seperti diakun @infojawabarat disampaikan kalau info tersebut diketahui, karena diunggah pertama dari akun pertama @jarrkojarr.
- dok.kolase tvOnenews.com/ @infojawabarat
Disebutkan kalau adanya sebuah booth brand minuman keras, mengadakan challenge dengan hafalan surah Ad-dhuha berhadiah sebotol minuman.
Peristiwa itu terjadi, disaat adanya acara musik, disebutkan event musik The Sound Project.
"Terlihat pengunjung sebuah acara yang diduga event musik The Sound Project membaca surah Ad-Duha. Warganet pun mengkritik penggunaan ayat suci Al-Quran untuk dijadikan alat promosi," keterangan dalam video tersebut, dikutip Selasa (11/8).
"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange “siapa yang hafal surah Ad- Duha dapet satu botol”," bunyi keterangan video viral tersebut, menarasikan pesan promosi dari brand alkohol yang adakan promosi dengan ayat al-quran.
Perlu diketahui, berita ini dibuat berdasarkan fenomena atau hal-hal yang viral di media sosial.
Video tersebut pun langsung menuai kecaman dari warganet yang mayoritas, menilai langkah promosi dari brand alkohol tersebu, sangat tidak pantas dilakukan karena dianggap menistakan agama.
"Ya Allah,,azablah yg ngasi ide kaya gini," kata warganet akun hendrikhardi.
"Astaghfirullah inilah tanda akhir jaman," kata lainnya, dari akun putri_set.
"Penistaan ini..," tulis akun keenan_ke.
"penistaan agama gak sih ini...," timpal akun sh0ping.
"Mohon di tindak @muipusat @humaspoldajabar @dedimulyadi71," ucap akun rifkik yang tag akun resmi majelis ulama Indonesia, humas polda jabar dan Gubernur Dedi Mulyadi.
Melihat dari kolom komentar, bahwa ada juga warganet yang melaporkan video tersebut ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polda Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat. Dengan cara mentag akun ketiga pihak terkait.(klw)
Load more