- YouTube/Setpres
Rosan Sebut Investasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Jakarta, tvOnenews.com - Kinerja investasi pada awal 2026 dinilai menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), realisasi investasi juga disebut berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja.
Rosan Roeslani menyampaikan sektor investasi menyumbang sekitar 32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 5,61 persen. Pada periode yang sama, investasi juga disebut menyerap 706.569 tenaga kerja atau tumbuh 18,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menanggapi capaian tersebut, akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi, menilai arah kebijakan investasi pemerintahan Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak yang lebih terukur terhadap ekonomi riil.
Menurutnya, investasi saat ini tidak hanya berorientasi pada angka realisasi, tetapi mulai terlihat kualitasnya melalui kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan investasi pemerintah berjalan sesuai arah yang ditargetkan.
“Data Triwulan I 2026 memperlihatkan bahwa investasi saat ini tidak lagi sekadar mengejar angka realisasi, tetapi mulai menunjukkan kualitas melalui kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Iswadi.
Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen di tengah ketidakpastian global menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan tetap memiliki daya tarik bagi investor.
Selain itu, Iswadi menyoroti keberlanjutan kebijakan hilirisasi, reformasi birokrasi, dan percepatan perizinan investasi sebagai faktor penting dalam menjaga arus investasi nasional.
Menurutnya, konsistensi kebijakan tersebut akan menentukan pencapaian target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sebelumnya mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
Secara kuartalan, realisasi investasi juga meningkat 0,4 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut PDB Indonesia pada Triwulan I 2026 mencapai Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku.
“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun,” kata Amalia.
Capaian tersebut dinilai memperlihatkan investasi mulai memainkan peran penting tidak hanya sebagai motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam memperluas kesempatan kerja dan menjaga konsumsi masyarakat.