news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase foto Gubernur Jabar Dedi Mulyadi - Wali Kota Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat kirab Mahkota Binokasih.
Sumber :
  • ANTARA

Soal Adanya Pemujaan dan Klenik, Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Ubah Cara Pandang ke Situs Peninggalan Sejarah Sunda

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengubah total cara pandang terhadap peninggalan sejarah Sunda. Pria yang akrab disapa KDM ini tegas
Jumat, 15 Mei 2026 - 16:34 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk mengubah total cara pandang terhadap peninggalan sejarah Sunda.

Pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa situs dan benda purbakala harus dipahami melalui pendekatan akademik dan peradaban, bukan sekadar dikaitkan dengan hal-hal mistis atau klenik.

Pesan kuat itu disampaikan KDM saat menghadiri diskusi kecagarbudayaan bertajuk “Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake” di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).

Suasana pelaksanaan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran di Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (11/5).
Sumber :
  • Antara

“Kegiatan ini adalah kita ingin mengubah cara pandang yang klenik menjadi cara pandang yang teknokratis. Sehingga ketika memahami benda-benda kepurbakalaan, maka kita harus melihat dari sudut peradaban,” ujar Dedi Mulyadi tegas.

Menurut KDM, benda bersejarah seperti Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih merupakan bukti nyata dari kecerdasan berpikir serta kemajuan peradaban leluhur Sunda pada masanya.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya kajian ilmiah yang komprehensif, mulai dari pencatatan tanggal pembuatan, material yang digunakan, hingga makna filosofis di balik tulisan kuno tersebut.

Lebih lanjut, KDM menggarisbawahi bahwa hasil kajian sejarah ini nantinya harus dibukukan sebagai naskah akademik yang bisa menjadi fondasi pembangunan daerah, termasuk dalam konsep tata ruang dan identitas kawasan.

“Situs sejarah harus kembali jadi situs sejarah. Bukan untuk pemujaan, tetapi untuk konservasi, akademik, dan juga kenyamanan lingkungan,” tambahnya.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat menyambut kehadiran Mahkota Binokasih.
Sumber :
  • (ANTARA/Ali Khumaini)

Komitmen Pemprov Jabar dalam melestarikan budaya Sunda tidak main-main. Langkah nyata ini dibuktikan lewat rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertema "Nitis Wanci Batu Tulis" yang digelar di Kota Bogor pada Jumat (8/5/2026) malam lalu.

Dalam momen tersebut, KDM mengumumkan penggelontoran anggaran sebesar Rp9 miliiar untuk memperbaiki Museum Pajajaran.

Selain itu, perbaikan infrastruktur secara masif seperti penataan jalan, trotoar, lampu, hingga taman akan dilakukan di sepanjang rute kirab untuk disulap menjadi kawasan terpadu yang estetik.

"Kami akan melakukan penataan jalan, trotoar, lampu serta tamannya, agar Pak Wali Kota fokus penataan kelurahan-kelurahan. Nanti, namanya Palataran Binokasih," ungkap KDM.

Sementara itu Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KDM yang dinilai sukses membawa kembali keagungan budaya Sunda ke tengah masyarakat, termasuk mengarak Mahkota Binokasih dari Sumedang hingga ke Kota Bogor.

Dedie menilai, rangkaian kirab budaya dan diskusi ilmiah ini merupakan momentum penting untuk menghargai warisan leluhur.

“Termasuk menyampaikan nilai-nilai luhur untuk dijadikan pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya kepada generasi muda,” pungkas Dedie.

Kolase foto Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Biro Humas Pemprov Jabar

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral