Korban Pencabulan Kyai di Pati Bertambah
Pati, tvOnenews.com - Korban kasus dugaan Pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh pondok Pesantren di Kabupaten Pati bertambah.
Setelah sebelumnya polisi menerima laporan dari lima korban, kini satu korban lain kembali melapor ke Polresta Pati.
Korban yang didampingi penasihat hukumnya menjalani pemeriksaan tertutup oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pati.
Berdasarkan keterangan awal, korban diketahui pernah menjadi santri di pondok pesantren tersebut pada periode 2013 hingga 2014 dan diduga mengalami pelecehan seksual selama mondok.
Korban mengaku selama ini tidak berani melapor karena adanya doktrin kepatuhan terhadap guru di lingkungan pondok pesantren.
Polisi menyatakan masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain. Penyidik juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor agar proses hukum dapat berjalan lebih lanjut.
Sementara itu di Kabupaten Kulonprogo, pedagang hewan kurban mulai melakukan berbagai strategi penjualan menjelang Hari Raya Iduladha.
Salah satunya dilakukan pedagang sapi kurban di kawasan Sukoreno, Sentolo, dengan menggunakan jasa sales promotion girl (SPG) untuk menarik minat pembeli.
Para SPG tersebut bertugas memberikan informasi mengenai kondisi dan kualitas sapi kurban kepada calon pembeli.
Pedagang menyebut cara tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus membantu pembeli memperoleh informasi lebih detail sebelum memilih hewan kurban.
Meski tergolong tidak biasa dalam penjualan hewan kurban, strategi pemasaran tersebut menarik perhatian warga dan pengunjung yang datang ke lokasi penjualan sapi.