- Istimewa
Cerita Rakyat Kembali Diperkenalkan Lewat Festival Storytelling di Serang
tvOnenews.com - Festival storytelling cerita rakyat “Suara Nusantara Banten 2026” digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Minggu (17/5/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta itu menjadi ajang penguatan literasi budaya dan pelestarian tradisi tutur di kalangan generasi muda.
Peserta berasal dari berbagai kategori usia, mulai tingkat sekolah dasar hingga umum. Mereka membawakan cerita rakyat dengan penampilan yang memadukan kemampuan bertutur, penguasaan materi, ekspresi, hingga penggunaan kostum dan properti pendukung.
Managing Director Navaswara sekaligus ketua panitia, Cahaya Manthovani, mengatakan Banten dipilih sebagai lokasi kedua penyelenggaraan setelah sebelumnya festival serupa digelar di Jakarta pada 2025.
“Melalui Suara Nusantara, saya melihat potensi besar dari peserta di Banten. Mereka tampil dengan persiapan yang serius dan percaya diri,” ujarnya.
Menurut Cahaya, kegiatan storytelling memiliki fungsi penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memperkuat literasi generasi muda.
“Mendongeng bukan hanya soal bercerita, tetapi juga melatih kemampuan membaca, memahami, menghafal, dan menyampaikan pesan dengan baik,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten. Andra Soni menilai tradisi tutur memiliki peran dalam membangun karakter serta menanamkan nilai moral kepada generasi muda.
“Budaya tutur merupakan bagian dari identitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, nilai moral dan etika dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Andra.
Ia menambahkan, kegiatan berbasis budaya dinilai turut memberi dampak terhadap sektor ekonomi kreatif dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi acara.
Festival ini dibagi ke dalam empat kategori, yakni tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, serta mahasiswa dan umum. Penyelenggara menyebut program tersebut dirancang sebagai agenda berkelanjutan yang akan diperluas ke daerah lain, termasuk Jawa Barat.
“Cerita rakyat bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda,” kata Cahaya.