- Istimewa
Dari Hafalan Hadis hingga Medali Internasional: Ratusan Santri Rayakan Kelulusan di Gedung KH. Noer Alie Bekasi
Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 186 lulusan Pondok Pesantren Attaqwa dilaporkan telah berhasil menembus berbagai perguruan tinggi bergengsi, mulai dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), PTKIN, hingga universitas di luar negeri seperti di Mesir, Arab Saudi, dan Jepang.
Kesuksesan ini terungkap dalam prosesi Haflah Takharruj yang digelar di Gedung KH. Noer Alie, Bekasi, pada Kamis (21/5/2026), atau bertepatan dengan 4 Zulhijjah 1447 H.
Sebanyak 289 santri dari jenjang Madrasah Aliyah Pusat Putra, Putri, serta Madrasah Tahfiz Attaqwa secara resmi dilepas untuk melanjutkan pengabdian ke masyarakat dan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pimpinan Perguruan Attaqwa, KH. Irfan Mas’ud, dalam pidatonya menekankan bahwa visi utama lembaga yang didirikan oleh KH. Noer Alie adalah melahirkan sosok yang paripurna secara moral dan intelektual.
“Tujuan pendidikan kami bukan sekadar mencetak anak-anak yang pintar, tetapi membentuk insan yang benar dan pintar. Pintar saja tidak cukup jika tidak dibimbing dengan akhlak mulia, nilai tauhid yang lurus, dan rasa tanggung jawab besar kepada umat. Inilah visi agung pendidikan Attaqwa yang diwariskan para pendiri,” ujar KH. Irfan Mas’ud dengan tegas.
Tingginya standar kualitas lulusan ini bukan tanpa alasan. Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Sekretaris Dewan Masyayikh, Khaerul Umam Noer, mengungkapkan bahwa setiap santri wajib melewati ujian ketat pada 20 mata pelajaran inti pesantren, seperti tafsir, hadis, fikih, hingga keterampilan menulis karya ilmiah dan praktik mengajar.
Syarat kelulusannya pun tergolong tinggi, yakni nilai minimal 7 untuk setiap mata pelajaran tersebut.
“Pondok Pesantren Attaqwa tidak mendidik santri hanya untuk paham agama secara tekstual atau teori semata. Kami membangun kemampuan berpikir kritis, kemampuan berdakwah, menulis, hingga kesiapan mengabdi di tengah masyarakat. Pendidikan pesantren harus melahirkan generasi yang memiliki keluasan ilmu sekaligus kekuatan moral yang kokoh,” jelas Khaerul Umam.
Selain capaian akademik, para wisudawan tahun ini juga menorehkan prestasi non-akademik yang luar biasa.
Tercatat 15 santri telah mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an, 10 santri menghafal 1.000 hadis, dan 12 santri menguasai bait-bait Alfiyah Ibnu Malik.
Di luar bidang keagamaan, santri-santri ini juga meraih medali di International Kangaroo Mathematics Contest serta medali emas dan perak pada kejuaraan Pencak Silat tingkat nasional.
Sebagai bentuk apresiasi, lembaga memberikan penghargaan Bintang Pelajar kepada tiga lulusan terbaik. Posisi pertama diraih oleh Azzam Kaisal Azyan dengan rata-rata nilai 95,62.
Disusul oleh Syaharani An Nisa Putri (93,34) di posisi kedua, dan Ahmad Habibi Rosyid (89,90) di peringkat ketiga.
Sebagai bagian dari keberlanjutan estafet keilmuan, sebanyak 34 santri terpilih juga akan melanjutkan pendidikan mereka di Ma’had Aly Attaqwa KH. Noer Alie melalui program kaderisasi ulama.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini turut dihadiri oleh jajaran Badan Pembina Yayasan Attaqwa serta para orang tua santri.
Di akhir acara, pimpinan lembaga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan para wali santri dan berharap para alumni dapat menjadi "generasi rabbani" yang membawa keberkahan bagi bangsa dan agama di masa depan. (dpi)