- Istimewa
Sinergi Indonesia-Taiwan: Pemuda Muhammadiyah dan NCKU RDF Fokus pada Pelatihan Profesional Berbasis Industri
Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah resmi menjalin kemitraan strategis dengan National Cheng Kung University Research and Development Foundation (NCKU RDF) Taiwan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan talenta muda Indonesia di berbagai sektor teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor.
Kesepakatan penting tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, bersama CEO NCKU RDF, Prof. Ju-Ming Wang, pada 22 Mei 2026.
Melalui dokumen kerja sama yang diterima redaksi pada Selasa (2/6), kedua belah pihak berkomitmen memperkuat sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.
“Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kerja sama dalam pengembangan talenta, pelatihan profesional, dan pendidikan berbasis industri berdasarkan prinsip kesetaraan, timbal balik, dan saling menguntungkan,” bunyi petikan dokumen kerja sama tersebut.
Fokus utama dari kemitraan ini mencakup sektor-sektor krusial seperti semikonduktor, artificial intelligence (AI), keamanan siber, bioteknologi, hingga isu keberlanjutan (sustainability).
Selain penguasaan teknologi, program ini juga akan memfasilitasi pelatihan bahasa dan pengenalan inovasi baru lainnya.
Implementasi program akan memanfaatkan platform Talent Development Center milik NCKU RDF untuk menyelenggarakan pelatihan bagi berbagai institusi pendidikan dan universitas di bawah jaringan Pemuda Muhammadiyah.
Langkah ini diharapkan mampu mempersempit jarak antara kebutuhan industri global dengan keahlian tenaga kerja di tanah air.
“Melalui kerja sama ini, para pihak bertujuan mencetak talenta tingkat menengah hingga tinggi di Indonesia serta memperkuat keterhubungan antara Taiwan dan Indonesia dalam industri masa depan,” lanjut keterangan dalam dokumen tersebut.
Rangkaian kegiatan yang direncanakan tidak terbatas pada pelatihan daring maupun luring saja, tetapi juga mencakup program sertifikasi profesi, pendidikan berkelanjutan, forum akademik, hingga konferensi internasional.
Kedua pihak bahkan membuka ruang untuk pertukaran institusi dan pembentukan mekanisme dukungan administratif guna mendukung keberlanjutan program.
Perjanjian kerja sama ini akan berlangsung selama lima tahun ke depan dan memiliki opsi untuk diperpanjang sesuai dengan kesepakatan dan kebutuhan kedua organisasi di masa mendatang. (dpi)