China Siap Perluas Investasi Hijau dan AI di Indonesia, Nilai Investasi Tembus US$60 Miliar
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah China menegaskan komitmennya memperdalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia melalui penguatan investasi di sektor energi hijau, kendaraan listrik, baterai, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
China menilai transformasi energi dan digital yang tengah dijalankan Indonesia membuka ruang kolaborasi baru yang akan menjadi mesin pertumbuhan hubungan bilateral ke depan.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri-Konselor Bidang Ekonomi dan Komersial Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia Li Hongwei dalam sambutannya pada Indonesia-China Partnership Forum: Advancing Green Energy and Future Technology di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Li mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan China terus menunjukkan tren penguatan. China, kata dia, telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut dan masuk tiga besar sumber investasi asing selama satu dekade terakhir.
“Selama 13 tahun berturut-turut, (Tiongkok) telah menjadi mitra dagang nomor satu bagi Indonesia. Selama 10 tahun berturut-turut, (Tiongkok) menduduki peringkat tiga besar sumber investasi di Indonesia,” kata Li.
Ia mengungkapkan nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 mencapai rekor tertinggi baru sebesar US$139,49 miliar. Sementara itu, akumulasi berbagai jenis investasi China di Indonesia telah melampaui US$60 miliar, dengan tambahan investasi baru hampir US$10 miliar dalam tiga tahun terakhir.
Menurut Li, fondasi kerja sama kedua negara yang selama ini bertumpu pada infrastruktur, energi, mineral, manufaktur, pertanian, dan perikanan kini berkembang ke sektor-sektor industri masa depan.
“Kerja sama antara kedua negara di bidang-bidang tradisional seperti infrastruktur, energi dan mineral, pertanian dan perikanan, serta manufaktur terus diperkuat,” tegas dia.
“Kerja sama di bidang-bidang baru seperti kendaraan listrik, baterai, pembangkit listrik tenaga surya, dan ekonomi digital terus diperdalam,” lanjutnya.
Li menilai transisi menuju ekonomi rendah karbon menjadi salah satu fokus utama kerja sama Indonesia dan China. Menurutnya, China terus mendorong pembangunan melalui konsep Green Belt and Road, sementara Indonesia memiliki potensi besar berkat kekayaan sumber daya alam dan target percepatan pencapaian Net Zero Emission.
Load more