news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi tokoh 2.
Sumber :
  • Istimewa

Ade Jona Siapkan Strategi Bawa UMKM Indonesia Menembus Pasar Dunia

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2025, kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap total ekspor nasional baru mencapai sekitar 15,7 persen.
Rabu, 3 Juni 2026 - 09:09 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global kembali menegaskan pentingnya peran ekspor sebagai penopang perekonomian nasional. Namun hingga saat ini, jumlah pelaku usaha Indonesia yang terlibat langsung dalam kegiatan ekspor masih tergolong rendah.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2025, kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap total ekspor nasional baru mencapai sekitar 15,7 persen. Angka tersebut dinilai belum sebanding dengan peran UMKM yang mendominasi struktur usaha nasional dan menyerap sebagian besar tenaga kerja di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Ade Jona Prasetyo, menyatakan komitmennya untuk mendorong peningkatan ekspor nasional. Ia berencana memperkuat peran Hipmi sebagai wadah kolaborasi pengusaha muda yang mampu bersaing di pasar global.

Jona meyakini generasi muda Indonesia memiliki kapasitas besar untuk mengambil peran penting dalam rantai pasok internasional. Menurutnya, sejumlah inovasi dalam negeri telah membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dan menjadi pelopor di tingkat global.

Salah satu contoh yang disorot ialah penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang telah diterapkan di sembilan negara. Nilai transaksi melalui sistem pembayaran tersebut juga telah menembus angka Rp1.000 triliun secara kumulatif. Menurut Jona, pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadirkan inovasi yang diakui secara internasional.

Jona menilai keberhasilan QRIS menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang diterima di tingkat internasional.

"Ini membuktikan Indonesia mampu menjadi pionir di tingkat global. Kita harus bangga menggunakan QRIS," ujar Jona.

Ia berpendapat bahwa nilai tukar rupiah akan lebih stabil apabila kinerja ekspor terus meningkat. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu didorong agar mampu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Jona optimistis upaya memperkuat daya saing pelaku usaha melalui Hipmi dapat berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Salah satu fokus yang akan diperjuangkannya ialah mendorong UMKM naik kelas melalui program hilirisasi. Ia menjelaskan bahwa sektor UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan peningkatan kualitas produk dan kemampuan bersaing di pasar global, produk-produk Indonesia diyakini memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:59
00:59
00:51
01:50
10:51
02:15

Viral