- YouTube Sarwendah
Usai Minta Maaf! Sarwendah Dihantam Tuduhan Pakai Buzzer untuk Giring Opini Publik, Disuruh Komentar yang Positif
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Sarwendah kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, bukan hanya karena polemiknya dengan mantan suami, Ruben Onsu, melainkan juga munculnya dugaan penggunaan buzzer untuk membangun opini positif setelah video permintaan maafnya diunggah ke Instagram.
Isu tersebut mencuat setelah sebuah akun Threads bernama @arfdeatan membagikan tangkapan layar yang diduga berisi instruksi kepada sejumlah orang untuk memberikan komentar positif di unggahan permintaan maaf Sarwendah. Unggahan yang dibagikan pada Jumat (5/62026) itu langsung menarik perhatian warganet dan memicu perdebatan di berbagai platform media sosial.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat foto Sarwendah saat menyampaikan permintaan maaf melalui video. Di bawah gambar tersebut terdapat keterangan yang diduga merupakan arahan bagi para pemberi komentar.
"Like, komen positif Facebook. Fee, Rp350p," demikian keterangan yang hadir, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Selain menawarkan bayaran, pesan tersebut juga memuat sejumlah contoh komentar yang dapat digunakan untuk merespons unggahan Sarwendah. Beberapa di antaranya berbunyi, "Semoga jadi pembelajaran yang baik ke depannya. Tetap semangat ya" dan "Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan".
Meski telah disediakan contoh komentar, pihak yang diduga memberikan tugas tersebut tetap meminta agar para peserta tidak menyalin kalimat secara mentah. Mereka diminta mengembangkan narasi agar terlihat lebih natural dan tidak seragam.
"NARASI KOMEN (tolong jangan copas komenya kembangkan dan jangan samakan dengan lain," katanya.
Namun, pemilik akun yang mengunggah tangkapan layar tersebut mengaku tidak tertarik mengikuti arahan yang diberikan. Ia justru memilih membongkar isi pesan yang diterimanya ke publik.
"Cih, gue juga nggak butuh fee receh lu," kata si pemilik akun.
Hingga kini belum diketahui secara pasti nominal yang dimaksud dalam keterangan "Rp350p". Sebagian netizen menafsirkan huruf "p" sebagai singkatan dari perak, sementara yang lain menduga istilah tersebut digunakan sebagai pengganti kata ribu.
Munculnya dugaan tersebut langsung memancing reaksi beragam dari warganet. Banyak yang mempertanyakan apakah opini di media sosial kini bisa dibentuk melalui komentar berbayar, terutama ketika melibatkan figur publik yang tengah diterpa kontroversi.
"Ih malu banget pake buzzer. Pembelajaran buat semuanya, terutama publik figur, apa-apa harus difilter," kata warganet.
Komentar tersebut kemudian dibalas oleh pemilik akun yang mengunggah dugaan instruksi buzzer tersebut.
"Takut besok guncang 6.6, produknya nggak laku," jawab si pengunggah.
Di tengah ramainya diskusi, seorang warganet turut mengunggah tangkapan layar yang memperlihatkan akun lain sedang membela Sarwendah. Unggahan itu kemudian disertai komentar bernada sindiran.
"Cair tuh Rp350," katanya.
Sementara itu, video permintaan maaf yang menjadi pusat perhatian sebenarnya dibuat Sarwendah setelah potongan videonya menuai kontroversi dan memancing kritik dari publik. Dalam video tersebut, ia menyampaikan penyesalan atas ucapan kasar yang sempat terlontar dan menimbulkan kegaduhan.
Meski demikian, sebagian netizen menilai permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan yang sedang ramai dibahas. Pasalnya, Sarwendah tidak secara langsung menyinggung nama Ruben Onsu maupun konflik yang belakangan menjadi konsumsi publik.
Akibatnya, alih-alih meredakan polemik, video permintaan maaf tersebut justru terus menjadi bahan perbincangan. Ditambah dengan munculnya dugaan pengerahan buzzer untuk membanjiri kolom komentar dengan respons positif, kontroversi yang mengelilingi mantan personel Cherrybelle itu semakin melebar dan menjadi sorotan warganet. (cmi)