- Instagram/sarwendah29
Penjelasan Lengkap Pakar Ekspresi, Video Permintaan Maaf Sarwendah Sampai Dinilai Tidak Tulus
Jakarta, tvOnenews.com - Video permintaan maaf yang diunggah Sarwendah masih terus menjadi bahan diskusi di media sosial. Alih-alih meredam polemik yang berkembang, pernyataan tersebut justru memunculkan berbagai penafsiran baru dari netizen, termasuk soal tingkat ketulusan yang terkandung di dalamnya.
Perhatian terhadap video tersebut tidak hanya datang dari warganet. Ahli ekspresi Kirdi Putra turut memberikan analisis mengenai cara Sarwendah menyampaikan permintaan maafnya di hadapan publik. Menurutnya, terdapat sejumlah unsur penting yang dapat digunakan untuk menilai apakah sebuah permintaan maaf benar-benar disampaikan secara tulus atau tidak.
Polemik ini bermula setelah Sarwendah menuai kritik akibat sejumlah potongan video siaran langsung yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat melontarkan pernyataan emosional yang oleh sebagian publik diduga ditujukan kepada mantan suaminya, Ruben Onsu.
Setelah menjadi sorotan dan memancing berbagai reaksi, Sarwendah akhirnya mengunggah video klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya. Namun, sebagian netizen menilai ada hal yang mengganjal dalam pernyataan tersebut karena tidak ada penyebutan nama pihak yang diduga menjadi sasaran ucapannya.
Hal serupa juga menjadi perhatian Kirdi Putra. Saat mengulas video tersebut, ia menegaskan bahwa sebuah permintaan maaf tidak hanya dinilai dari kata-kata yang diucapkan, tetapi juga dari unsur verbal dan nonverbal yang menyertainya.
"Kalau kita bicara masalah Sarwendah, kita bicara sesuatu yang cukup kompleks nih. Ada penanda-penanda verbal maupun nonverbal yang kelihatan cukup jelas di dalam klarifikasi atau permohonan maaf dari Sarwendah. Jadi gini, kalau kita mau lihat penanda verbal dan nonverbal, verbal itu apa yang keluar dari mulut, nonverbal apa yang terlihat atau pola," ujar Kirdi, dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan pengamatannya, Kirdi menilai bahwa pernyataan yang disampaikan Sarwendah belum dapat dikategorikan sebagai permintaan maaf yang sepenuhnya tulus.
"Kalau Sarwendah itu jelas, kalau ditanya apakah yang disampaikan adalah tulus sebagai permintaan maaf, jawabannya tidak," katanya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa ada tiga unsur utama yang seharusnya hadir dalam sebuah permintaan maaf yang tulus.