- Istimewa
Targetkan FOLU Net Sink 2030, Kemenhut dan YKAN Perkuat Tata Kelola Hutan Berbasis Sains
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam upaya mengejar target iklim nasional dan ambisi FOLU Net Sink 2030, Kementerian Kehutanan resmi menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menitikberatkan pada pengelolaan hutan berkelanjutan melalui riset ilmiah dan kolaborasi multipihak.
Sinergi ini mencakup berbagai agenda krusial, mulai dari perlindungan keanekaragaman hayati hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis risiko.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah penerapan metode Development by Design.
Pendekatan spasial berbasis data sains ini diharapkan dapat menyempurnakan evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta memberikan proteksi ekstra bagi kawasan hutan yang rentan terhadap kerusakan akibat aktivitas manusia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya keras menyeimbangkan antara perlindungan ekosistem dan kebutuhan pembangunan ekonomi dari sumber daya hutan.
Ia menilai diperlukan kebijakan yang terintegrasi untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Kompleksitas isu kehutanan saat ini membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun organisasi masyarakat sipil," ujar Mahfudz, dikutip Selasa (9/6).
Lebih lanjut, Mahfudz menyatakan bahwa YKAN akan membawa pengalaman lapangan dan praktik terbaik dari berbagai komunitas untuk memperkuat pembangunan kehutanan di masa depan.
Selain penguatan fungsi kawasan konservasi, kerja sama ini juga menyasar optimalisasi skema Multi-Usaha Kehutanan yang rendah emisi, khususnya melalui inisiatif Bentala Kalimantan di wilayah Kalimantan Timur.
Kolaborasi ini sebenarnya merupakan pengembangan dari kemitraan yang telah berjalan sejak 2021 antara YKAN dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).
Kini, ruang lingkupnya diperluas hingga mencakup penyediaan data ilmiah sebagai landasan utama pengambilan keputusan strategis.
Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, menegaskan bahwa data dan sains adalah kunci dalam menghadapi tantangan kehutanan yang semakin berat.
YKAN berkomitmen penuh mendukung pemerintah agar setiap kebijakan mampu memberikan dampak positif yang nyata.
“Kami percaya bahwa tantangan pengelolaan hutan yang makin besar hanya dapat diatasi melalui kolaborasi multipihak yang berbasis sains dan data. Kolaborasi multipihak ini menjadi kunci untuk memastikan hutan tetap lestari, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan adat, dan mendukung pencapaian sasaran strategis Kementerian Kehutanan dan target iklim Indonesia,” pungkas Herlina.