news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suasana Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Kota Bandung.
Sumber :
  • Istimew

Pemkot Bandung Buka Layanan Pendampingan SPMB 2026

Pada Kamis (11/6/2026), tercatat sebanyak 17.843 calon peserta didik tercatat telah mengikuti SPMB Kota Bandung. 
Kamis, 11 Juni 2026 - 23:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota Bandung memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menyediakan layanan bantuan unutuk calon peserta didik. 

Pada Kamis (11/6/2026), tercatat sebanyak 17.843 calon peserta didik tercatat telah mengikuti SPMB Kota Bandung. 

Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bandung menyiapkan sedikitnya tujuh kanal layanan informasi yang dapat diakses masyarakat.

Berbagai layanan tersebut meliputi posko terpadu, layanan WhatsApp, media sosial, chatbox, hingga konsultasi di tingkat kewilayahan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan tidak mengalami kebingungan saat proses pendaftaran berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, mengatakan perluasan kanal layanan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meminimalisasi miskomunikasi selama pelaksanaan SPMB.

"Kami sengaja memperluas kanal layanan agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan meminimalisasi miskomunikasi selama proses SPMB berlangsung. Jadi ketika ada kendala, masyarakat memiliki tempat untuk bertanya dan mendapatkan solusi," kata Asep.

Sepanjang pelaksanaan SPMB 2026, Dinas Pendidikan Kota Bandung telah menangani 518 konsultasi dari masyarakat. 

Sementara itu, Dinas Sosial menangani 124 konsultasi, sedangkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan 895 layanan yang berkaitan dengan administrasi kependudukan.

Pemkot Bandung juga mencatat tingkat penyelesaian pengaduan yang masuk melalui kanal resmi telah mencapai sekitar 71 persen.

Penguatan layanan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang menginginkan pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat, cepat, serta responsif terhadap berbagai kebutuhan warga.

Manfaat keberadaan layanan pendampingan itu pun dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Marselina yang datang ke Posko SPMB untuk membantu proses pendaftaran keponakannya setelah menemukan kendala pada data yang diunggah ke sistem.

"Kebetulan saya mewakili ponakan saya. Jadi, setelah upload pendaftaran tidak bisa karena ada data yang tidak sesuai. Saya cek ke Disdukcapil ternyata sudah sesuai," ungkap Marselina.

Setelah dilakukan penelusuran bersama petugas, permasalahan tersebut diketahui berasal dari kesalahan input data awal dan akhirnya dapat diselesaikan melalui pendampingan di posko layanan.

Pengalaman positif lainnya disampaikan Cucu Darmawan. Menurutnya, sistem SPMB saat ini semakin mempermudah masyarakat karena mayoritas proses dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang langsung ke sekolah.

"Mudah-mudahan SPMB ke depan makin memudahkan, karena kita kan hanya di rumah, tidak ke sekolah, pengurusannya juga lebih fleksibel, lebih cepat sebetulnya. Asal penjelasannya itu sudah dipahami," ujarnya.

Asep menegaskan, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya diukur dari kelancaran proses seleksi, melainkan juga dari kemampuan pemerintah memberikan kepastian layanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Yang terpenting masyarakat merasa terlayani dan mendapatkan informasi yang benar. Kami ingin memastikan setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses SPMB dengan baik," tutupnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:39
05:01
09:20
06:52
03:24
01:04

Viral