- Istimewa
Legislator Sebut Pemilah Sampah di Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan RDF di Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta meninjau kesiapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar Alhabsyi menekankan keberhasilan RDF perlu dibarengi dengan kesiapan sistem dari hulu hingga hilir.
Sebab, kata Nabilah, saat ini RDF masih menghadapi berbagai tantangan terutama kualitas sampah masuk yang belum sesuai standar akibat minimnya pemilahan dari sumber.
“Jangan sampai kita terlalu fokus pada teknologinya, tetapi melupakan fondasi utamanya. RDF hanya akan efektif jika masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Kalau sampah masih tercampur, hasil pengolahan juga tidak akan optimal,” kata Nabilah.kepada awak media, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Nabilanlh menekankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memperkuat edukasi dan kampanye pemilahan sampah secara masif di tingkat masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga wajib menyiapkan sarana pendukung yang memadai termasuk armada compactor dengan kapasitas besar, kondisi tertutup, tidak bocor, dan mampu menjaga kualitas sampah selama proses pengangkutan.
Menurutnya salah satu persoalan yang selama ini terjadi adalah sampah yang telah dipilah ditingkat warga kembali tercampur saat proses pengangkutan karena keterbatasan sistem dan sarana pendukung.
“Kalau pemerintah meminta masyarakat memilah sampah, maka pemerintah juga harus memastikan sistem pengangkutannya mendukung. Jangan sampai masyarakat sudah disiplin memilah, tetapi akhirnya tercampur kembali di lapangan,” katanya.
Selain aspek teknis, Nabilah juga menyoroti pentingnya kepastian pasar bagi produk RDF.
Ia meminta Pemprov DKI Jakarta tidak hanya bergantung pada satu perusahaan sebagai pengguna hasil RDF, melainkan kesiapan beberapa alternatif agar produk yang dihasilkan benar-benar terserap dan memiliki nilai ekonomi.
“Jangan sampai RDF berhasil diproduksi tetapi tidak memiliki pasar yang cukup. Pemerintah harus menyiapkan beberapa alternatif offtaker dan kemitraan industri agar hasil RDF bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada satu pihak,” ujarnya.
Nabilah memaparkan persoalan sampah Jakarta tidak dapat diselesaikan dengan satu pendekatan.
Menurutnya dibutuhkan integrasi antara perubahan perilaku masyarakat, kesiapan sarana-prasarana, teknologi pengolahan, dan kepastian pasar hasil pengolahan.