- Istimewa
Respons Penyesuaian Harga BBM, KMHDI: Kedepankan Dialog dan Jaga Kondusivitas Nasional
Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) mengimbau publik agar tetap tenang dan bijak dalam menanggapi penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026.
Organisasi mahasiswa ini menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional dan menghindari aksi anarkis meski masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik.
Ketua Umum PP KMHDI, Wayan Ardi Adnyana, menjelaskan bahwa kenaikan harga pada jenis Pertamax dan Pertamax Green merupakan dampak dari fluktuasi harga energi dunia serta ketegangan geopolitik internasional.
“KMHDI memahami bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun kita juga harus melihat persoalan ini secara utuh. Kondisi geopolitik global yang memanas telah berdampak pada harga energi internasional dan menjadi tantangan bagi banyak negara. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan, mengedepankan dialog, dan menolak segala bentuk tindakan anarkisme,” ujar Wayan kepada media, Jumat (12/6).
Di sisi lain, KMHDI mendesak pemerintah dan Pertamina untuk memberikan perlindungan ekstra bagi masyarakat kecil.
Mereka meminta agar ketersediaan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap terjamin dan tepat sasaran bagi sektor-sektor produktif.
“Keberpihakan kepada rakyat harus tetap menjadi prioritas. Kami mendorong pemerintah untuk memastikan pasokan Pertalite dan Biosolar tetap aman serta distribusinya tepat sasaran. Masyarakat kecil tidak boleh menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi global yang tidak menentu ini,” tegas Wayan.
Wayan berpesan agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui koridor demokrasi yang sehat tanpa merusak fasilitas umum.
Ia berharap persatuan nasional tetap dijaga sebagai kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global. (dpi)