news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jejak Fredy Pratama, Gembong Narkoba Paling Diburu di Indonesia Diduga Terkait Jaringan Sabu 128,7 Kg yang Digagalkan Polda Kalsel.
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

Jejak Fredy Pratama, Gembong Narkoba Paling Diburu di Indonesia: Diduga Terkait Jaringan Sabu 128,7 Kg yang Digagalkan Polda Kalsel

Siapa sebenarnya Fredy Pratama? Simak rekam jejak gembong narkoba internasional yang diduga mengendalikan jaringan sabu lintas negara, termasuk kasus 128,7 kilogram sabu
Kamis, 18 Juni 2026 - 23:20 WIB
Reporter:
Editor :

Di antaranya seorang selebgram asal Palembang yang dijuluki "ratu narkoba", hingga mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan AKP Andri Gustami yang disebut berperan sebagai kurir khusus.

Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan Fredy tidak hanya bergerak dalam distribusi narkoba, tetapi juga diduga memiliki kemampuan membangun jejaring hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Mengapa Fredy Pratama Sulit Ditangkap?

Meski telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014, Fredy hingga kini belum berhasil ditangkap.

Polri menerbitkan red notice terhadap Fredy pada 2023. Red notice merupakan permintaan internasional kepada aparat penegak hukum di berbagai negara untuk melacak dan menangkap seseorang yang menjadi buronan.

Menurut Brigjen Pol Mukti Juharsa, Polri telah bekerja sama dengan aparat Thailand dan sejumlah negara lain untuk melacak keberadaan Fredy. Namun, diduga ia kerap menggunakan jalur ilegal serta berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan.

Sejumlah laporan bahkan menyebut Fredy diduga melakukan operasi plastik guna mengubah penampilan dan identitasnya. Meski demikian, informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum.

Para pengamat menilai sulitnya menangkap bandar kelas kakap seperti Fredy bukan hanya karena faktor lokasi persembunyian. Jaringan narkoba internasional biasanya memiliki sistem berlapis yang membuat pengendalinya berada jauh dari jalur distribusi langsung.

Kasus Fredy mengingatkan publik pada sosok Freddy Budiman, bandar narkoba yang tetap mampu mengendalikan bisnis haramnya dari balik penjara sebelum akhirnya dieksekusi mati pada 2016.

Hingga kini, aparat masih memburu Fredy Pratama yang disebut-sebut sebagai salah satu target utama pemberantasan narkotika di Indonesia. 

Sementara itu, pengungkapan kasus sabu 128,7 kilogram oleh Polda Kalimantan Selatan menjadi pengingat bahwa jaringan narkoba internasional masih aktif beroperasi dan terus mencari celah untuk memasukkan narkotika ke berbagai daerah di Tanah Air.

Keberhasilan membongkar jaringan hingga ke tingkat bandar besar menjadi tantangan utama. Sebab, selama para pengendali utama masih bebas berkeliaran, rantai peredaran narkoba akan terus menemukan cara baru untuk bertahan. (udn)
 

 

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:25
01:35
01:53
00:59
01:26
03:04

Viral