- istockphoto.com
Ahli Soroti Meningkatnya Minat Masyarakat pada Regenerative Aesthetics, Apa Itu?
Jakarta, tvOnenews.com - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit kini terus berkembang. Jika sebelumnya perawatan estetika identik dengan perubahan instan, tren terbaru justru menunjukkan semakin banyak orang mulai mencari prosedur yang mendukung regenerasi kulit secara alami dan bertahap.
Fenomena ini sejalan dengan berkembangnya konsep regenerative aesthetics atau perawatan estetika berbasis regenerasi jaringan yang kini semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pendekatan tersebut berfokus pada stimulasi proses alami tubuh, khususnya produksi kolagen, untuk membantu memperbaiki kualitas kulit dari dalam.
Produksi kolagen sendiri diketahui mulai menurun sejak usia pertengahan 20-an dan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Penurunan kolagen inilah yang kemudian memicu munculnya berbagai tanda penuaan, seperti kulit kehilangan elastisitas, garis halus, hingga perubahan tekstur wajah.
Di sisi lain, prosedur estetika non-bedah juga mengalami peningkatan signifikan secara global. Berdasarkan laporan International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS), layanan estetika minim tindakan invasif kini menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam industri kecantikan modern.
Dokter estetika kini mulai menekankan pentingnya pendekatan yang lebih aman, bertahap, dan berbasis ilmiah dibanding sekadar mengejar hasil cepat. Edukasi mengenai kesehatan kulit jangka panjang pun menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap prosedur estetika.
Hal tersebut turut menjadi sorotan dalam acara “1st Anniversary ULTRACOL – One Year of Growth, Stronger Together” yang digelar di BSD, Tangerang, pada 12 Juni 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan dokter estetika, pemilik klinik, hingga komunitas profesional untuk membahas perkembangan tren regenerative aesthetics di Indonesia.
President Director Regenesis Indonesia, Ir. Emmy Noviawati, mengatakan perkembangan industri estetika saat ini tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi antara tenaga medis, edukasi berkelanjutan, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang lebih aman.
"Perayaan ini bukan hanya tentang pencapaian ULTRACOL selama satu tahun terakhir, tetapi juga tentang apresiasi kepada seluruh dokter dan klinik yang telah tumbuh bersama kami. Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah brand estetika tidak dibangun sendiri, melainkan melalui kemitraan yang kuat, edukasi yang berkelanjutan, dan komitmen untuk selalu menghadirkan hasil terbaik bagi pasien," ujar Emmy Noviawati, dalam keterangannya.