- Ist
Terjerat Pinjol dan Judol, Tenaga Honorer SD di Riau Nekat Rampok Kasir Perusahaan! Korban Ditusuk 22 Kali demi Rp76 Juta
"Pelaku mengambil gunting yang berada di meja kasir dan mengancam korban yang sedang duduk di kursi meja kasir," kata Bayu.
Setelah itu, pelaku meminta korban menyerahkan kunci brankas yang berisi uang perusahaan. Namun korban menolak memenuhi permintaan tersebut dan berusaha melawan.
Penolakan itu memicu aksi kekerasan. Pelaku menyerang korban secara brutal hingga korban terjatuh. Setelah berhasil menguasai situasi, pelaku mengambil uang tunai sebesar Rp76 juta dari dalam brankas sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka yang sangat serius. Polisi mencatat sedikitnya terdapat 22 luka tusuk di beberapa bagian tubuh korban.
"Korban mengalami luka tusuk benda tajam kurang lebih sebanyak 22 tusuk pada bagian kepala, perut dan pundak. Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Efarina," ujar Bayu.
Meski mengalami luka parah dan kehilangan banyak darah, korban masih sempat meminta pertolongan. Kasus ini kemudian terungkap setelah korban mengirimkan foto selfie dalam kondisi wajah berlumuran darah kepada rekannya sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.
Ditangkap Kurang dari 12 Jam, Polisi Sita Puluhan Juta Rupiah
Tidak membutuhkan waktu lama bagi polisi untuk mengungkap kasus tersebut. Kurang dari 12 jam setelah kejadian, tim gabungan berhasil melacak keberadaan pelaku.
Jodi ditangkap saat melintas di depan Mapolsek Bandar Sei Kijang pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Namun proses penangkapan tidak berjalan mudah karena pelaku berusaha kabur saat hendak diamankan.
Menurut AKP Bayu Ramadhan Effendi, tersangka bahkan hampir menabrak petugas yang melakukan penyergapan sehingga polisi mengambil tindakan tegas dan terukur.
"Pelaku kita lumpuhkan, karena hendak menabrak anggota yang akan melakukan penangkapan," kata Bayu.
Dalam penyergapan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti penting. Selain mengamankan tersangka, petugas menemukan sisa uang hasil kejahatan senilai lebih dari Rp30 juta hingga Rp36 juta yang belum sempat dihabiskan pelaku.
"Tersangka bekerja sebagai honorer di salah satu SD," ujar Bayu.
Selain uang tunai, polisi juga menyita gunting, obeng, kipas angin yang diduga digunakan saat melakukan kekerasan terhadap korban, sepeda motor yang dipakai untuk melarikan diri, serta sejumlah barang bukti lainnya.