- Kemendagri
Dorong Pemuda Jadi Agen Perubahan, Wamendagri Bima Arya Apresiasi Inovasi Sosial Pemuda
Jakarta, tvOnenews.com - Dukungan terhadap keterlibatan generasi muda dalam isu sosial datang dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto.
Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap program Pertamina Foundation Muda (PFmuda) yang dinilai sukses mendorong kaum muda untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
PFmuda sendiri adalah sebuah ajang kompetisi inovasi proyek sosial yang digagas Pertamina Foundation.
Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi ide-ide kreatif generasi muda agar dapat bertransformasi menjadi unit usaha sosial atau sociopreneur.
Melalui wadah ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu memberikan dampak positif dan manfaat nyata secara luas.
Menurut Bima, generasi milenial dan generasi Z yang mendominasi postur demografi saat ini merupakan calon pemimpin yang akan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Pertamina Foundation menjadi part of our ikhtiar kita menuju Indonesia Emas 2045," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Link & Connect: Social Innovation for Change Maker di Ballroom MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Selasa (23/6).
Bima menyebut program yang dikembangkan Pertamina Foundation selaras dengan pemikiran sosiolog Anthony Giddens mengenai generasi kosmopolitan, yakni generasi yang bermental aktivis, berkeahlian global, dan berjiwa nasionalis.
Sebab, di masa depan generasi yang akan menguasai panggung global adalah mereka yang kuat di tiga level tersebut: lokal, nasional, dan global. Apalagi, di tengah era disrupsi seperti saat ini, seseorang dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda zaman.
"Kalau saya lihat program ini memuatkan di tiga level tadi. Saya suka ada pijakan lokalnya, jadi (menjawab) problema di tingkat lokal, diartikulasikan di tingkat nasional, dan bisa kompetitif di tingkat global," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Bima menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan program inovatif yang terlibat dalam PFmuda.
Ia terkesan dengan salah satu inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi rajungan. Alat tersebut bekerja dengan meningkatkan berat rajungan melalui ekosistem yang berkelanjutan.
"(Inovasi dalam budidaya) Rajungan itu skillful. Membuat itu bisa dipasarkan itu fighter. Jadi saya suka dengan program ini, mudah-mudahan bisa sendiri ditularkan ke semuanya," tambah Bima.
Menurutnya, inisiatif seperti ini juga dapat menjadi percontohan bagi kepala daerah untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong inovasi di daerah.
"Bayangkan kalau inspirasi dari sini ini menular ke semua kepala daerah di Indonesia, dorong (berinovasi). Kolaborasi, sinergi, co-creation, jadi," tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Operasional Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana, Vice President Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterprise Partnership Program PT Pertamina Rudi Arifianto, serta para mahasiswa Universitas Pertamina. (dpi)