- Istimewa
Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi
Di sisi lain, berbagai kalangan diinternal PBNU juga mengetahui bahwa relasi antara Ma'ruf Amin dan Miftahul Akhyar tidak selalu berjalan mulus, meskipun dinamika tersebut relatif tertutup dari ruang publik.
"Ketika KH Ma'ruf Amin terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada 2019, KH Miftahul Akhyar otomatis naik menjadi Pelaksana Tugas Rais Aam PBNU," kata Gus Lilur.
Gus Lilur menekankan NU membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan, bukan menambah fragmentasi.
Ia menegaskan NU memerlukan figur yang teduh, sederhana, dan mampu menjadi perekat seluruh unsur jam'iyah.
"Sudah saatnya Muktamar NU ke-35 menghadirkan kepemimpinan yang tidak lagi mewariskan pertengkaran berkepanjangan, melainkan kepemimpinan yang mampu mempersatukan seluruh warga nahdliyin. Sebab NU terlalu besar untuk terus-menerus disibukkan oleh konflik elit," kata Gus Lilur.
"Tulisan ini tentu tidak dimaksudkan untuk menyebarkan fitnah. Sebaliknya, tulisan ini hendak membuka perspektif berdasarkan rekam jejak sejarah, agar warga nahdliyin dapat menilai secara jernih figur seperti apa yang dibutuhkan untuk memimpin PBNU ke depan," sambungnya.(raa)