- istimewa
PKS Siapkan Legislator Muda 2029 Lewat Jalan Muda Parlemen: Target DPR RI di Bawah 40 Tahun
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM), Aang Kunaifi menjelaskan bahwa proses pencalegan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai upaya meraih kursi legislatif.
Menurutnya, pencalegan merupakan sarana untuk membangun kapasitas kepemimpinan kader muda agar siap menjadi pemimpin yang amanah bagi bangsa.
Bahkan kata dia, Program Jalan Muda Parlemen merupakan ikhtiar PKS dalam menyiapkan calon-calon pemimpin muda menghadapi Pemilu 2029. Program tersebut telah dimulai pada periode sebelumnya dan terus dikembangkan sebagai bagian dari proses kaderisasi partai.
Menurut Aang, Jalan Muda Parlemen bukan sekadar pelatihan politik, melainkan proses pembentukan karakter dan kepemimpinan kader muda PKS.
"Jadi agenda Jalan Muda Parlemen adalah ikhtiar PKS untuk menyiapkan para pemimpin-pemimpin muda dalam kontestasi Pemilu 2029. Tadi sudah disinggung oleh Sekjen yang ingin kita siapkan itu tidak hanya siap menang tapi juga siap amanah dan bahkan kita mulai dari siap ideologi, jadi ada tiga kesiapan, siap ideologi, siap menang dan siap amanah," bebernya.
Ia juga menyampaikan bahwa PKS menargetkan lahirnya semakin banyak legislator muda dari program tersebut.
Target ini berangkat dari keberhasilan PKS yang pada periode 2024-2029 berhasil meloloskan tujuh anggota DPR RI di bawah usia 40 tahun. Bahkan anggota DPR RI Meitri Citra Wardhani dilantik sebelum menginjak usia 30 tahun dan menjadi legislator PKS termuda.
"Ternyata menjadi anggota DPR RI sebelum usia 40 tahun itu bukan sesuatu yang tidak mungkin bahkan Bu Meitri sebelum 30 tahun saat beliau dilantik. Di Jalan Muda Parlemen kita targetkan usianya di bawah 40 tahun ketika dilantik DPR RI, untuk DPRD Provinsi di bawah 35 dan DPRD Kabupaten/Kota di bawah 30 tahun," jelasnya.
Aang mengakui banyak anak muda enggan maju sebagai calon legislatif karena merasa tidak memiliki daerah pemilihan yang potensial, nomor urut yang baik, maupun modal yang cukup. Karena itu, ia mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap pencalegan.
"Saya mengajak kepada teman-teman semua bahwa pencalegan itu betul salah satu cara kita mendapatkan kursi di DPR, tapi pencalegan itu juga harus kita pandang sebagai sebuah sarana, sebagai sebuah momentum untuk kita meningkatkan kemampuan kepemimpinan kita. Karena yang saya pahami untuk menang dan terpilih menjadi anggota DPR itu sebenarnya sama syaratnya dengan untuk menjadi pemimpin yang hebat," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila pencalegan hanya dipandang sebagai perebutan kursi, maka kader muda akan sulit bersaing dengan calon yang lebih senior. Sebaliknya, jika dijadikan sebagai proses membangun kepemimpinan, maka manfaatnya akan jauh lebih besar.
"Kalau kita memperluas target kita bahwa ini adalah sarana untuk meningkatkan skill kepemimpinan kita maka peluang itu sangat terbuka lebar. Kita berharap kita tidak hanya terpilih dan menang sebagai anggota DPR tapi kita juga siap untuk menjadi seorang pemimpin," pungkasnya. (aag)