news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suplai Air di Wilayah.
Sumber :
  • antara

Banyak Wilayah Terdampak Kekeringan, BNPB Suplai Air Bersih ke Lokasi ini

Indonesia tengah dihadapkan musim kemarau. Sejumlah daerah mulai mengalami kekeringan, BPNB pun ikut membantu.
Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Indonesia tengah menghadapi musim kemarau. Banyak daerah sudah menetapkan darurat siaga kekeringan atau kekurangan air bersih.

Sehubungan dengan ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memastikan pasokan air. Seperti di sejumlah wilayah terdampak di Jawa Tengah akan dalam penanganan maksimal.

Dalam laporannya, BNPB sudah menyentuh wilayah Kabupaten Banyumas dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter untuk masyarakat di Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas.

Suplai Air di Wilayah
Sumber :
  • antara

Sementara juga untuk wilayah Kabupaten Boyolali, penanganan darurat diwujudkan lewat pengiriman 10.000 liter air bersih. Disuplai ke Desa Ketoyan di Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran di Kecamatan Selo.

Diwilayah sana BNPB menyuplai kebutuhan 42 KK yang terdampak. Ditambah juga ke wilayah Klaten.

Diketahui total bantuan air bersih yang telah disalurkan di wilayah Klaten, sebanyak mencapai 169 tangki atau setara 845.000 liter, yang manfaatnya dirasakan oleh 2.970 KK di empat desa rawan.

Sejauh ini beberapa wilayah Indonesia yang sudah menetapkan darurat siaga kekeringan antara lain: Banjarnegara, NTB dan grobogan. 

Banjarnegara dikabarkan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 90 hari. Mulai 22 Juni hingga 19 September 2026. 

Penetapan tersebut tertuang dalam SK Bupati Bupati Banjarnegara nomor 300.2/470 tahun 2026.

Namun daerah yang masuk level siaga kekeringan meliputi di NTB disekan meliputi Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Pringgabaya dan Suela di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Hu’u dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Palibelo di Kabupaten Bima.

Secara umum El Nino dipahami sebagai fenomena. Suhu Permukaan Laut di Samudra Pasifik bagian tengah memanas hingga di atas kondisi normalnya yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudra Pasifik tengah, dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Melihat kondisi saat ini, mengingatkan pada imbauan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Ia meminta seluruh kepala daerah segera buat langkah antisipasi, potensi dampak El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Oktober 2026.

"Saya minta seluruh kepala daerah melakukan rapat internal. Ada BPBD, dinas pertanian, dinas pengairan, semuanya dikumpulkan untuk mengantisipasi dampak di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota," kata Tito dalam antara.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:23
05:29
02:41
05:07
03:13
03:06

Viral