- istimewa
Menilik Surga Kudapan Tradisional di Pasar Siti Khadijah Kelantan, Ada Kue Indonesia?
"Aroma jahe, kunyit, cabai, dan berbagai bumbu khas Melayu bercampur menjadi satu, menciptakan pengalaman yang memanjakan indra penciuman," ucapnya.
Kemudian, ia akui, saat menaiki lantai berikutnya, suasana berubah menjadi surga bagi pecinta makanan tradisional. Berbagai kudapan khas Kelantan tersaji berderet.
- istimewa
"Ada kerupuk ikan, serunding daging dan ayam, aneka kue tradisional Melayu, hingga makanan siap santap yang menggoda selera."
"Apalagi, pedagangnya begitu ramah-ramah dalam menawarkan dagangannya. Mereka sempat bertanya, 'dari Indonesia? Coba ini dulu' ucapnya sambil menyodorkan sepotong kudapan tradisional tanpa meminta bayaran. Bagiku itu adalah pelayanan yang luar biasa," ucapnya.
Memang diketahui, Pasar Siti Khadijah cukup terkenal sebagai ikon Kelantan dan bukan sekadar tempat singgah bagi pelancong yang berkunjung ke Kelantan.
Tempat ini, bukan saja pasar basah, seperti menjual ikan dan sayur. Tetapi, kerap dikenal sebagai surga kudapan.
Apalagi setiap bulan Ramadan datang, Pasar Siti Khadijah sangat ramai. Pasalnya, masing-masing kedai di pasar itu, menjual bermacam kudapan.
Seperti, akok, tepung pelita, jala emas, tahi itik, bunga tanjung atau pulut bakar, dan semuanya bisa ditemukan di Pasar Siti Khadijah Kelantan.
Selain itu, ada nekbat dan ‘butir nako emas’, hidangan dipercayai disediakan menggunakan resipi istana Thailand.
Bahkan dikabarkan, di setiap kedai terdapat lebih 100 jenis kue-kue yang dijual.
Tak hanya kudapan tradisional, di Pasar Siti Khadijah Kelantan juga bisa ditemukan berbagai macam manisan tradisional.
Berdasarkan cerita dari satu di antara pedagang kue, Cik Izzan Ariffin (55), bahwa dirinya sudah berdagang kue tradisional di pasar itu sejak 30 tahun lalu.
Bahkan kata dia, pasar ini semakin ramai bila bulan Ramadan tiba, terutama pada minggu-minggu terakhir.
Ia juga menjelaskan, secara umum terdapat lebih 20 pedagang di kue Pasar Siti Khadijah Kelantan
"Pasar ini beroperasi pada pukul 8 pagi sehingga 6 petang. Biasanya, pengunjung yang datang ke sini ingin mencari kue-kue yang sulit ditemui di kedai-kedai biasa. Maka banyak wisatawan yang berkunjung ke sini," pungkasnya.