- Dok. Baas Saputra.
Selebgram Baas Saputra Bikin Buku Tahunan Naik Kelas, Konsepnya Bikin Anak Sekolah Tertarik
Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah perkembangan industri kreatif dan teknologi digital, tren buku tahunan sekolah kini mulai mengalami perubahan besar. Jika dulu buku kenangan identik dengan kumpulan foto dan tanda tangan teman sekelas, kini konsep tersebut berkembang menjadi pengalaman visual interaktif berbasis teknologi.
Perubahan itu salah satunya terlihat dari inovasi yang dikembangkan selebgram sekaligus pengusaha muda, Baas Saputra, melalui Prodigy Art Creative. Berawal dari usaha kreatif yang dirintis sejak masih kuliah pada 2008, Prodigy mencoba menghadirkan konsep baru buku tahunan dengan memadukan desain artistik, kemasan premium, hingga teknologi augmented reality (AR).
Tak lagi sekadar album cetak biasa, buku tahunan kini dibuat lebih interaktif lewat fitur visual tiga dimensi dan teknologi digital yang bisa diakses melalui perangkat pintar.
"Melalui fitur teknologi augmented reality 3D ini, para alumni dapat menghidupkan kembali kenangan masa sekolah mereka secara interaktif hanya dengan memindai halaman buku menggunakan perangkat pintar," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).
Fenomena ini menunjukkan bagaimana industri kreatif mulai memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman baru bagi generasi muda yang tumbuh di era digital. Konsep buku tahunan yang sebelumnya bersifat statis kini berubah menjadi konten multimedia yang lebih personal dan modern.
Baas Saputra menilai bisnis buku tahunan masih memiliki prospek yang kuat karena selalu berkaitan dengan momen kelulusan yang terjadi setiap tahun.
"Usaha ini sangat menjanjikan, karena setiap tahun dan setiap angkatan anak sekolah pasti akan lulus. Dan ketika momen kelulusan itu tiba, mereka pasti membuat buku album kenangan atau buku tahunan," ujar Baas.
Dari sebuah usaha kecil yang dibangun saat kuliah, Prodigy kini berkembang dan melayani berbagai sekolah hingga perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data internal perusahaan, layanan mereka disebut telah digunakan oleh ratusan ribu siswa dan mahasiswa.
Selain menggarap buku tahunan, Prodigy juga merambah layanan fotografi, videografi, desain kreatif, hingga produksi majalah. Baas mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah internasional turut menjadi bagian dari klien mereka.
"Klien kami sampai anak sekolah international," tuturnya.
Tak hanya itu, layanan visual kreatif yang mereka kembangkan juga pernah melibatkan sejumlah figur publik di industri hiburan Tanah Air.
"Untuk foto, artis-artis ternama Indonesia pernah, kayak Azof Rangga, Chand Kelvin, Tissa Biani," pungkasnya.
Perkembangan konsep buku tahunan berbasis teknologi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana industri kreatif lokal mulai bertransformasi mengikuti perubahan perilaku generasi muda yang semakin akrab dengan pengalaman visual digital dan interaktif. (cmi)