- ANTARA/HO-Basarnas
Kronologi 3 Polisi Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai
Menurut polisi, selain menggunakan senjata tajam, massa juga diduga memakai senjata api rakitan sehingga kondisi semakin berbahaya.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan salah seorang anggota Satresnarkoba, Aipda Yudhie Perdana Putra, gugur akibat serangan senjata tajam ketika proses penangkapan berlangsung.
"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," ujar Dodik.
Dalam upaya menyelamatkan diri dari serangan massa, sejumlah personel terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan sambil menunggu bantuan personel tambahan.
Namun, dua anggota lainnya, yakni Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto, dinyatakan hilang setelah insiden tersebut.
Tim Gabungan Temukan Jenazah Aiptu Sumaryanto
Operasi pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Polri bersama unsur terkait.
Bripda Nopandri Ramadhana lebih dulu ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB.
Sementara itu, pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto berlanjut hingga Minggu (5/7/2026). Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan bahwa jenazah korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB.
"Benar tim gabungan berhasil menemukan jenazah Aiptu Sumaryanto sekitar pukul 09.00 WIB," kata Dodik.
Berdasarkan informasi di lapangan, jasad korban pertama kali terlihat warga dalam kondisi mengapung dan tersangkut di batang kayu di Daerah Aliran Sungai Katingan, Desa Rantau Asem.
Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar delapan kilometer dari titik awal terjadinya bentrokan saat operasi penangkapan.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso juga membenarkan proses evakuasi tersebut.
"Mayat tersebut dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangkaraya," ujarnya.
Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi pemberantasan narkoba tersebut menjadi tiga orang, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.